Apa yang kau cari di blog ini?

Thursday, December 27

my side of the story, Part 1

Perkenankanlah aku memperkenalkan sebuah negeri, negeri di awan, tempat dimana aku tumbuh besar, ketika aku baru tumbuh jakun dan pecah pita suara. Di negeri ini matahari tidak pernah datang menyengat. bahkan sunset pun datang lebih awal, sekitar pukul empat sore. karena jam segitu sinar mentari sudah terhalang oleh gunung tertinggi ditatar sunda ini. hasilnya, setiap pagi kabut-pun setia mengunjungi negeri ini. dimana mana jalanan aspal selalu basah oleh embun. sungguh, seperti sebuah prototype nirwana yang ditawarkan dalam ukuran yang sangat sederhana.



Tidak pernah terpikir bagi seorang aku yang tumbuh besar ditengah hiruk pikuk kota metropolitan untuk dapat hidup di negeri itu. namun keinginan untuk tinggal di kaki gunung mengalahkan keinginan-ku untuk tetap tinggal di Jakarta. keinginan yang sama yang menarik narik lenganku masuk aquarius liat liat kaset, jalan jalan ke wijaya twenty-one liat bulu-bulu halus, dan keinginan yang sama pula yang memaksaku nonton RCTI dari sebuah decoder.
Ah, toko kaset di negeri ini juga oke, walaupun lagunya kebanyakan dalam bahasa sunda yang asing ditelinga saya. Bioskop-nya juga asik, walaupun cuma satu, tapi mudah dijangkau. yang dateng juga manis manis. segar lagh pokonya. kayak bayem. aku pun tidak lagi membutuhkan televisi untuk membuatku terhibur. jadi? apa gunanya dekoder?




Beda dengan Jakarta, di negeri itu aku masuk sekolah cukup pagi. pukul 06.15 Waktu Indonesia Barat. aku harus berangkat very early setiap hari agar tidak terlambat. sepanjang hidup, ya ini masa-masa paling nyebelin dimana setiap pagi aku harus menggigil kedinginan hanya demi membersihkan badan. sering terlintas dipikiranku, siapa sih orang yang iseng membuat jam masuk sekolah begitu paginya. seharusnya orang semacam ini dilaporkan kepada KOMNAS Anak. tapi waktu itu belum ada. gimana donk...




Suatu pagi, aku datang ke sekolah lebih pagi. iseng saja. bangunan sekolah itu tampak lebih indah di pagi hari, ketika embun masih bergelantungan dan kabut masih mengambang disela sela tiang-tiang ooverstecht. bangunan yang berusia ratusan tahun itu tampak lebih anggun apabila digelayuti oleh awan. bel sekolah masih tidak akan berbunyi hingga lima belas menit lagi, lebih baik aku bengong saja di pagar masuk. scene seperti ini sayang sekali kalau dilewatin. dan tiba-lah moment itu. sebuah long-chassis land cruiser berhenti di dekat pintu gerbang. menurunkan seorang (seekor?) bidadari. loh, masa iya sih, ada seorang (seekor?) angel ikut sekolah disini?





Aku menyikut teman disebelahku, "itu siapa?". dia tersenyum... "nih nomer telefonnya, 131. cari tahu sendiri". ah, aku paling gak bisa nih sama istilah 'cari tahu sendiri' gini. pun, aku hanya bisa mengagumi-nya berjalan masuk melewati pintu gerbang itu.





Keesokan harinya, terbersit keinginan untuk nongkrong lagi di pintu gerbang. asik kali yeee... tapi rupanya sudah terlambat. karena hingga bel masuk berbunyi, land cruiser itu tidak kunjung datang. ah, sutrahlah. waktu keluar main aku kelaparan. hm, gorengan di negeri ini memang tidak lebih baik dari sekolahku di Jakarta dulu. tapi apa daya, aku membelinya juga. wong laper. di jalan kembali ke kelas aku berpapasan dengan si bidadari kemarin. jantungku mendadak kabur entah kemana. kuberanikan diri untuk tersenyum. dan bidadarinya tersenyum balik saudara-saudara! ah senangnya.





Tidak banyak lagi yang kuingat, bagaimana kami berkenalan. aku dan si bidadari jadi berteman dekat. sangat dekat hingga kami selalu pulang bersama setiap hari. well, engga setiap hari juga kali ya, soalnya aku ingat sesekali aku pulang sendiri, namun ke-esokan harinya pasti kami pulang bareng lagi dan berbincang tentang kenapa kemarin pulang sendiri sendiri.
Jatuh Cinta, memang berjuta rasanya. feeling yang addictive, setiap kali dipuaskan selalu timbul rasa haus lagi. argh. logika selalu menghalang halangiku untuk menyatakan perasaan ini pada si bidadari. "Apa sih yang ingin kau buktikan?", si logika menghardik sombong. "sudah lah, toh cintamu pasti ditolak", imbuhnya, "dasar anak ingusan...". kupingku memang panas, tapi tak sebersitpun timbul keberanianku untuk melawan logika.



Ternyata si logika ini memang benar, bajingan tengik yang selalu benar. tak berapa lama si bidadari ini memutuskan untuk sekolah di kota besar. well, diputuskan tepatnya. dan aku terjebak di negeri ini. tanpa teman lagi, tanpa masa depan (apa sih? hiperbola banget.. hihihi). hingga pada suatu bulan, masa bhakti papi berakhir di negeri ini. kami semua harus pulang. pulang ke kampung halaman, sebuah rawa becek di sudut kota Jakarta. satu persatu foto si bidadari kususun dalam sebuah album. sebagai kenangan masa terindah dari negeri di awan ini.

my side of the story, Part 2

Selama tahun-tahun berikutnya, aku melewatkan masa masa SMA di salah satu sudut blok-m, jakarta selatan. apa yang telah lama kutinggalkan kini ada dihadapan mata. isi hidup masih diseputaran toko kaset, bioskop dan televisi. aquarius, blok-m plaza dan RCTI rasanya sudah tidak lagi ada di angan-angan. namun belum ada yang setanding dengan si bidadari dalam benak-ku.


Time flies, aku diterima di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan (bukan selatan jakarta lho ya? jangan salah, hehehe...). universitas baru, teman baru. kelakuan musti baru donk! ya, aku mulai nongkrong di malam hari, di depan ex-sekolah tercinta, dan merokok. sesuatu yang hingga kini tidak pernah kusesali, namun juga bukan sesuatu yang patut dibanggakan. cerita tentang negeri di awan hanya tinggal sekelumit cerita. aku sibuk mengejar impian. mimpi untuk bertemu bidadari lagi. masak, delapan juta penduduk jakarta, ngga ada satupun bidadari yang layak kukejar sih?

Ternyata memang ngga ada, ada sih satu (calon) bidadari yang membuat GPA gue menembus 3.3, tapi ngga ada angin ga ada ujan dia pindah universitas. bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa yang mampu menembus UMPTN. sedihnya. aku bukan orang yang tidak mampu masuk perguruan tinggi negeri. tapi waktu itu aku sama sekali ngga tau apa sih bagusnya masuk PTN. (halah, alesan... hahaha) waktu itu aku liat anak-anak kampus swasta tu lebih asik asik daripada kampus negri. sungguh suatu analysis yang bodoh...



Suatu hari, sebuah kabar baik datang. aku lupa lewat media apa kabar itu datang, yang pasti bukan kompas atau poskota. the bidadari has been living in this town, ladies and gentlemen! membuat hati berbunga bunga. si bidadari ternyata diterima di sebuah universitas di jakarta. coba bayangkan, kami tinggal satu kota lagi ! hooray... duh sayang ya, engga bisa satu kampus. padahal dulu aku udah apply di kampus itu. dan dimulailah kunjungan kunjungan tak resmi ke kampus itu. kampus itu lebih familiar dibanding kampusku sendiri, secara kedua saudaraku kuliah disana. dulu tiap libur sekolah aku main disitu.



Waktu itu, aku dekat lagi dengan bidadari yang hilang. ahai. senangnya. semakin aku senang semakin turun GPA studiku. biarlah, mungkin masih bisa dikejar di lain hari. lama lama aku sadar, jadi hampir setiap hari aku main ke kosannya. namun tak sedetikpun aku berani menyatakan perasaan hati ini. seperti biasa logika yang melarangku, aku tak keberatan. toh aku sudah tahu jawabannya...



Seperti seorang idiot, dulu aku kemana mana membawa diary. dan ini adalah tips kepada kalian wahai kaum muda. diary adalah diary, dia bukan telepon genggam atau kondom. jangan sekali kali dibawa kemana mana. apalagi dibawa ke rumah gebetan. BERBAHAYA. cukup ditaruh di blog seperti ini, atau sembunyikanlah dibawah bantal. si bidadari menemukan diary-ku secara tidak sengaja. catatan-catatan kecil dari mulai spend bensin, duit nonton, sampai dengan tulisan tentang perasaanku padanya. si bidadari tidak berkata banyak, ia hanya menulis catatan kecil, di diary itu. dan memintaku membukanya setelah sampai rumah. catatan yang membuatku berhenti menulis, ever-since.



Sebuah catatan kecil, dengan bahasa yang amat sangat polite, cenderung berhati-hati. menyimpulkan hubungan yang tidak mungkin berjalan. sebuah rejection, singkatnya. kali ini logika-nya yang menjelaskan padaku. jauh lebih soft daripada logika-ku sendiri. kami memang berbeda. si bidadari, dengan nature-nya sebagai bidadari, adalah utusan dari surga. a devoted christian angel yang benar benar beriman. sedangkan aku? half moslem half a beast gini. nah, daripada dipaksakan untuk hancur dikemudian hari, better not to try. jelasnya.



Terasa lembut pada awalnya memang, perlahan menjadi pedas, asam, perih, memar dan membeku. rasa yang aneh. aku menatap sekeliling, mencari sedikit pertolongan. seorang teman. mataku menangkap si logika yang berdiri diujung sana. dia tak bergerak sedikitpun, hanya tersenyum tanpa arti. aku tak berdaya. aku tak bisa bernafas. aku berontak.



Aku merobek dadaku, menggenggam jantungku dan kucabut dari tempatnya. aku tawarkan jantung ini kepada orang pertama yang dapat menyembuhkannya. dan disanalah berdiri istriku, terpana melihat orang gila membawa jantungnya sendiri. diambilnya mainan baru itu dengan mata yang berbinar binar. dan berlalu.

Wednesday, December 26

my side of the story, part 3

Pertemuan terakhir dengan si bidadari mengambil tempat di sebuah lunch ber-empat; aku, istriku, si bidadari, dan teman (pacar?) si bidadari. suatu makan siang yang hambar. pulangnya kami berempat berpisah menapaki jalan masing-masing setelah itu. istriku-pun memiliki jalannya sendiri, membawa jantungku. meninggalkan aku, seekor beast tanpa jantung, tanpa hati. dengan cepat sang satan datang ke ruangan kosong di bekas jantungku. el diablo himself. duduk dengan sombongnya, dan menunjuk diriku sebagai duta besar kerajaan neraka untuk bumi ini.


Sebagai seorang pejabat kerajaan setan, aku menikmati banyak sekali fasilitas kerajaan. mostly barang haram sih; uang tiada henti mengalir. wanita datang tiada habisnya. party? setiap kali kepingin, consider it done. assignment-ku sangat mudah; menggalang sebuah partai, dimana my-superior menjadi ketua umumnya. aku terbang dari kota ke kota. Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Denpasar...

Rasanya seperti ratusan tahun aku bekerja untuk kerajaan itu. hingga suatu saat sebuah pesan datang di telepon rumahku, rumah yang sudah lama ditinggalkan. pesan dari si bidadari. dia masih tinggal di kota ini. She was just checking if that telephone number she has was still mine. tepat pada saat bersamaan istriku datang. dengan muka yang lusuh sekali. membawa jantungku kembali. samar samar aku masih ingat bentuk jantungku sendiri, dengan ukiran kecil berbentuk bidadari di bagian bawahnya. "ya! itu milikku", ujarku datar. "kau boleh memilikinya kembali dengan satu syarat", istriku berucap, "menikahlah denganku".

Satan sangat murka membaca resignation letter yang kukirimkan kepadanya. begitu murkanya hingga hidupku berubah. jauh lebih menderita dari tahun tahun sebelumnya. di semua aspek kehidupan sepertinya. aku tidak bergeming. jantungku telah kembali. tidak ada sisa tempat untuk kerajaan laknat itu lagi disini. istriku menawarkan sebuah kerajaan. lebih kecil memang, tanpa cinta, tapi milikku sendiri. aku pamit kepada sang cinta. menyambangi rumahnya, mengirimkan undangan pernikahan berwarna ungu. undangan yang tak pernah terpenuhi.

Si bidadari memang tidak pernah datang lagi. seperti yang sudah-sudah, jalan setapak yang kami lalui berpisah lagi. aku meninggalkan negeri ini. meninggalkan kota Jakarta tercinta. melepas semuanya. lari mencari tanah impian. tanah yang dijanjikan. tempat kerajaanku berdiri. terjangan amuk si setan tiada mereda. namun benteng kerajaanku masih tegak menepis apapun yang menerpanya. hingga aku terusir dari tanah impian itu.

Bertahun tahun lamanya, aku tidak berjumpa dengan si bidadari. hanya dunia maya yang menjembatani jalan setapak yang kami lalui. Friendster mempersatukan jalan yang terbentang di dua benua yang berbeda, dan YM memberi wadah lalu-lintas kata-kata. menemani hari-hari-ku menempa keahlian yang kubutuhkan untuk menjadi seorang raja. hingga aku siap. rasanya seperti seribu tahun lamanya.

Saat aku kembali ke tanah air. Satan telah menunjuk duta besarnya yang baru. julukannya pun baru, his excellency ambassador. aku tersenyum saja padanya. urakan sekali sih... selamat deh. semoga sukses. Kerajaanku pun berkembang, sedikit demi sedikit. satan berhenti melempar badai ke benteng kerajaan ini. kami sempat berpapasan, dia tidak tersenyum. hanya mengangguk pelan, dan berlalu. entah apa artinya.

Dua tahun aku disini, di kota yang kucintai. kota ini sudah banyak berubah. aku tidak lagi ke toko kaset. musik sudah bisa didownload dengan gratis. bioskop sudah bukan lagi tempat yang tepat untuk melihat daun daun muda. lebih nyaman membeli pertunjukan counterfeit, dan menontonnya dirumah. wijaya twenty-one-pun sudah punah. televisi? ah, sudah tak terhitung lagi saluran televisi kabel dirumah rumah. tanpa parabola, tanpa dekoder. dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu. kapan-pun aku sakaw tontonan televisi, tinggal tekan, et voila, aku jadi potato couch selama berjam-jam. hehehe



Kerajaanku kini sudah memiliki seorang princess. asset yang tak ternilai harganya. setiap hari aku terbangun dalam kecemasan. takut setan datang dan membawanya pergi. sebagai ganti dari my irresponsibility. ah, non-sense.

Apa kabar dengan si bidadari? ada ceritanya disini. di suatu malam yang larut. akhirnya aku berhasil mengungkapkan isi hatiku padanya. demikian halnya dengan si bidadari. Dan disinilah kami berdua terduduk. dihadapan tora sudiro yang sedang bergelantungan dalam Quickie Express. aku tak berhenti menatap tubuhnya. meresapi wangi rambutnya. menggenggam tangannya erat. aku menemukan cinta yang hilang. sampai dimana jalan setapak ini akan tetap bersinggungan? entahlah, jalan ini pasti akan berpisah lagi. seperti yang sudah sudah. one thing for sure: I am the happiest man in the world today.

The Blogwalking Trilogy

Masuk kantor terpagi selama tiga bulan terakhir... di hari dimana orang orang lain masih terlelap dengan liburannya, membuat gue terdemotivasi dengan kerjaan kantor. argh, gimana mau kerja kalau semua email yang gue kirim terbalaskan dengan out-of-office notice. hiks hiks...
seharusnya gue submit leave hari ini, tapi sayang ah... mending buat liburan aja taun depan. sama sapa aja yang mau gue aja liburan taun depan, hehehe...
Okeh, kembali ke binatang bernama blogwalking... salah satu cara membuang buang waktu terindah abad ini, hihihi. eh, did you know, that whatever you do today, will be too slow in ten years from now? mungkin sepuluh tahun lagi blogwalking adalah sebuah kegiatan buang waktu selama 5 menit. jadi untuk itu.. marilah kita berlatih untuk membaca blog secara cepat. skimming2 gitu loh. biar sepuluh tahun lagi kita hanya perlu lima menit dari kesibukan kita untuk blogwalking. (duh apa sih... )
Sebuah blog lama. tempat gue membaca dan membaca. untuk menghilangkan kepenatan kerja. entah kenapa si lilin ini menghilang dan tidak berani lagi untuk meneruskan apa yang sudah dia mulai. mungkin ketahuan sama bossnya, atau sama teman dekatnya. entah-lah. saya tidak ingin sebenarnya ber-hiatus segitu lamanya. tapi mungkin Tuhan berkata lain. Lilin, dimanapun engkau berada kini... lihatlah, kini aku sudah punya blog sendiri :)
Selanjutnya sebuah blog kawan baru, stey, yang request khusus untuk dihampiri selama liburan kemarin. Jangan kuatir teman. setiap hari gw meluangkan waktu koq untuk berjalan jalan sejenak dihalamanmu yang very gothic itu. hihihi, gimana sih caranya masukin lagu itu ke blog? lucu juga kalau blog saya ada lagunya van halen...
Dari pelataran pestablogger 2007, gw mendapat sebuah blog lucu, karangan seorang ibu, ninit yunita. tulisan seorang penulis buku, yang memang diharapkan bisa berbahasa indonesia dengan baik dan benar. tulisan tentang sebuah keluarga bahagia dari sudut pandang orang yang tidak berbahagia (lho!). tulisan yang sama sekali berbeda dengan si kambing, yang dengan berani menggunakan bahasa sehari hari dan menghilangkan norma norma bahasa indonesia dalam sebuah buku. but it works... hingga didiskusikan oleh kalangan beradab negri ini. terendus kabar burung bahwa ninit itu adalah istri dari the legendary suamigila. yang tulisannya membuat orang terpingkal pingkal (termasuk gue...). ah indahnya, suami istri penulis... "masak apa hari ini sayang?"... "semur jengkol"... tertulis dalam tumpukan post it di kulkas...
Jalan jalan kesana kemari gue akhirnya bosen... ini udah bukan lagi blogwalking, tapi blogrunning. atau blogbombing? gue nemu cara profile-searching dari blog ke blog. capai hati mencari teman yang sudah punya blogging, ternyata yang ditemukan adalah blog-blog prasejarah yang ditinggal pemiliknya, seperti yang ini dan yang ini. ternyata banyak loh orang yang berhiatus ria... (entah apa pula itu artinya). seperti blog ini yang sudah ditinggalkan sejak 2005. gw ga tau apa penyebabnya, gak penting penting amat. tapi kayaknya someday blog ini juga akan tidak bertuan deh...
Dah ah, cape...
.
.
ps: Kenapa ya kalo posting dibawah bisa pake spasi antar paragraf tapi di posting ini kaga bisa... mo nangis deh...

Saturday, December 22

Blogwalking, The Sequel

Like usual, disela sela kesibukan mempersiapkan kawinan adek gue, mencari secercah waktu untuk bisa tidur. kasian deh adek gue itu, mau kawin aja koq repot banget. musti bertempur antar keluarga, di semua lini. lebih kasian lagi sama adek ipar gue, dihujat sana sini. dari keluarganya dan dari keluarga kami. sungguh tidak pantas bagi seorang gadis muda untuk mengalami hal ini. ingin rasanya gue berbagi satu dua orgasm sama dia....

eniwe, lagi enak enak tidur sore itu gue dihajar dengan teriakan melengking bini gue, "Pah! Ina tu sapa??". hm, apalagi ini. siangnya memang gue memberikan akses blog ini ke temen temen gue. senang rasanya bisa berbagi mind thought dengan seorang teman. "Ini loh, ada cewek yang sms kamu". astagah!

Tulisan SMS itu berbunyi: Hey anaksd!! Hahaha... dibilang enak ya emang enak *gedeg2*

Cerdas... dan mulailah pertempuran demi pertempuran rumah tangga yang seharusnya mengambil tempat bukan di hari kemarin itu. "Aku ngga mau tau! kamu jangan belaga bego. pasti ada sms sebelumnya sampai dia kirim sms kayak gitu. ayo, telepon dia sekarang. aku mau tau...." well, nothing to be worried sebenarnya. toh gue juga gak ada apa apa sebenarnya sama Ina. Gue dial nomornya dan mulai pasang speaker phone. Like it was predicted, nothing to be worried about. Bini gue mendengarkan dengan seksama. gue mulai mengarahkan diskusi keluar dari konteks. namun things keluar jalur sejak Ina mention dua hal; "koq lo sms-an sama N tapi gak mau sms gue sih" dan "gue taro komen di blog loe tuh"

Well... Well, you are very dumb, boss...

Yah, gue emang berpikir positif. inilah satu satunya kesempatan buat gue untuk membuktikan kesetiaan gue sama istri. tepat pada saat 'failure' terjadi pada object-object tidak berbahaya. diskusi pun berlanjut setelah gue menutup telepon Ina. "komen tentang apa sih?", desaknya lebih lanjut... "itu pasti nulis di friendster gue", alesan gue ala kadarnya. gue menghindari kemungkinan sekecil apapun bini gue bisa kulonuwun ke blog ini. itulah kenapa gue masih menutup identitas gue sepenuhanya disini. takut kebaca istri dan kebaca boss.... "kamu koq gitu sih pah, kamu masih berhubungan dengan pacar pacar kamu...", nah kan?

OMG... kini semua menjadi lebih absurd dari sebelumnya. Gue sama sekali bukan anaksd, eve if you are enjoying this and laughing, I'd say congratulation :) gue mohon maaf atas kelakuan teman teman saya padamu. Gue sama sekali bukan anaksd, gue juga tidak pernah SMS-an sama N dan gue tidak pernah pacaran sama Ina. tapi malam ini gue menanggung semua dosa itu didepan istri....

Okeh, kembali ke topik [lagi]... saya berjanji dalam liburan ini untuk ber-blogwalking-ria pada anda anda sekalian, para pendengar keluh kesah saya yang berbahagia. saya berhasil menemukan blog teman kantor saya. seorang rekan yang sangat teguh memegang pendiriannya menjadi seorang yang bitchy demi kemajuan perusahaan. juga sebuah blog rekan kantor yang lain. yang sama mulesnya dengan saya menghadapi puluhan email menyegarkan setiap hari.

Sebuah tulisan menarik (walau amateur) dari tetangga seberang kantor. menunggu saya encourage untuk menulis lebih lanjut menjadi blogger sejati. daaaan... terakhir, blog seorang Ina saudara saudara hehehe... tulisan lo bagus Na, tapi gue ngerasa baca dari window
chat loe lebih represent seorang Ina sesungguhnya.

Buat kamu yang dateng dari Palo Alto, identify yourself.. siapa ya? hehehe seneng juga punya blog dibaca sama orang jauh...

Sayang, disana ngga ada internet connection ya? Senin aku ngga bisa ketemu kamu, schedule dirubah semua sesuai hasil pertempuran semalam. mungkin Rabu kita bisa ketemu ya? tergantung kereta kamu berangkat jam berapa. eniwe, merry christmas yaa... kamu pasti sudah sibuk bungkusin kado dan koor sana sini... hihihi miss you alot :) eh, udah enam-belas natalan loh aku kangen kamu :) I'm getting used to it...

Buat yang lain; stay here for another posting tentang blogwalking saya. termasuk para pemenang pesta blogger 2007 kemarin. tenang saja. saya kalo baca blog anda pasti saya lumat sampai habis...

Wednesday, December 19

Blogwalking

Hari ini gue salah pake celana. bukan tebalik atau pake CD diluar celana panjang. tapi kekecilan! semalem gue abis ujan ujanan pulang naik motor. menambah satu hari dari serial pulang-keujanan-beberapa-hari-berturut-turut. alhasil, koleksi celana panjang gue untuk ngantor habis lah sudah. pagi ini gue menghabiskan waktu bermenit menit didepan lemari. mix and matching baju ama celana. makin lama makin stress, secara gue udah ditunggu untuk meeting pagi di Coffee Bean...
Satu satunya celana yang match sama baju gue cuman celana jeans cokelat yang gue bikin beberapa tahun yang lalu. gue mencoba untuk pake, ugh, rada sempit sedikit. 'ntar juga melar', gue berpikir pendek.
Pikiran gue ternyata memang terlalu pendek karena sepanjang meeting pagi itu gue sulit bernapas. organ organ dari ikat pinggang ke bawah sampai batas paha semua kompak menjerit. tapi gue menjerit lebih keras: 'DIAM! atau kita tidak usah pake celana!'. mereka-pun berkaca-kaca.
Sesampainya di kantor, gue langsung lanjut makan siang. kebetulan boss-nan-cantik-jelita mengajak serta seluruh pasukan huru-haranya untuk lunch, dan meminta gue untuk ikut untuk meng-update-nya hasil meeting tadi pagi. dari awal dia udah protes sih, "boy, celana lo koq tuju per lapan gitu sih". gue menjawab cuek, "iye, kehabisan celana gue...". ternyata penglihatannya ngga sampe situ aja, tapi merayap keatas, "iiiih, ini mah udah kekecilan banget. celana lama lo ya?". gue mesem mesem. pas makan siang, itu boss duduk kebetulan hadep hadepan ma gue yang dengan lahap menghajar makanan entah-apa-itu.
Selesai makan, meja diberesin donk, ama mbak mbaknya (eh, mbaknya ditindik di lidah loh) dan di elap-elap. kita pun mulai membakar rokok. gue gak notice sedikitpun kalo boss gue didepan merah mukanya dan duduknya kayak orang ambeien gitu. sampai obrolan yang kesekian gue baru ngeh. kenapa sih? trus gue liat meja kaca dihadapan gue, wah bening bo, gue bisa lihat perut kebawah boss gue. weks, berarti kalo gue bisa liat... dia bisa liat gue juga donk?! dan gue liat selangkangan gue... ARGH! GAJAH BO!! aduh, mampus.. kayak kenek-metromini-nari-balet gini... langsung aja deh gue bayar bayar bayar. 'yuk, balik!' dan diaminin oleh seluruh jamaah. di pintu keluar, dengan gaya gentleman gue membukakan pintu dan mempersilahkan semuanya keluar duluan dan si boss-nan-cantik-jelita keluar terakhir. ditariknya sikut gue dan dia berbisik pelan, "tu celana jangan dipake lagi ya..."

____________________________________________________________ sresett

Okeh, kembali ke topik. akhir akhir ini gue kurang kerjaan dan melakukan apa yang eve sarankan untuk men-develop blogging skill gue: blogwalking. gue seneng sama tulisannya Paman Tyo, yang gue suka panggil dengan sebutan pakdhe. in-fact, sebenarnya beliau-lah inspirasi saya untuk menulis. tulisannya mirip mirip dengan almarhum Umar Kayam ketika beliau masih mampu menulis kolom MOMnG (mangan ora mangan ngumpul). Another article yang gue lihat menarik ada disini entah siapa penulisnya ngga jelas, nicknamenya mbilung. detail tempelatenya mengerikan... kapan ya blog gue bisa kayak gitu.
Blog yang asik dibaca (buat gue) terutama pada jam workload-kerjaan-mereda adalah postingannya karen, bukan karena cabulnya ya, tapi dia berhasil memperlihatkan sebuah 'kebenaran' dalam bentuk yang paling murni. tanpa tedeng aling aling. tapi smooth dan halus (lho, sama bukan?). Blog ini menginspirasi idola saya, Alex untuk membuat tulisan serupa, tapi dari kubu yang berseberangan. beda perspektif. walaupun objectnya sama aja sebenarnya.
Tenang kawan, saya akan tetap blogwalking dalam masa liburan enam hari kedepan. Laporan lengkapnya akan saya terbitkan dalam postingan berikutnya. tapi gak janji ya?
Sayang, artinya aku akan banyak membaca postingan-mu...

_____________________________________________________________ srett (2)

update 5 Januari 2017 (time traveling)

Gaes, maap ya aku numpang nitip disini tulisan "Kata Mereka..." soalnya kalo ditaro di side bar sebelah kanan lama lama keliatan gengges. 

Ma'aciih.. 


krisbi: "Muka saya yang chubby dan badan saya yang imut endut ini sering merepresentasikan penampilan yang njawani – atau sebut saja, ndeso"

oscar: "ada yg ditambahin 'G string' malah jadi gw masih mending deh."

ZeAL: "dok, anestesinya yang banyak yah.."

eve: “Emangnya gue pembantu lo?”

chicken: "Hmm... what's the URL again?"
stey: "newest experiment dari dia yang so uurrggghh, dan 3 hari berturut2 terbangun dalam peluknya…"

PoppieS: "Kalau Circle K itu bukanya 24 Jam sehari, dan 7 hari seminggu, lalu kenapa di pintunya mesti ada lubang kuncinya??"

Paman Tyo: "kejujuran dan penghinaan kadang memang berimpit. celakanya keduanya kadang benar.™ :D"

Rosita Dewi: "We thought we had it all.Until this one popped out..."

yw: "one thing for sure, if you’re hospitalized, don’t tell him to come near your bed."

Silly: saya pasang gambarnya… trus mulai menulis…“Sistem K*ntol Pada Turbin Kaplan”

Miund: Dan karena panik, jawaban saya cukup tolol (atau brilian saya nggak tau juga): “Kan saya MANADO

julz: "Bukan, Dry-fit Cloverfield."

y4nie: "jadi anak tunggal itu ga enak…eh itu menurut gw sih"

emyou: “eh itu tadi si anu kan…ternyata pendek ya??”

Oom Saft: "Ban adalah komponen penting pada kendaraan."
Raditya Dika: “Ma, aku pengen ganti nama.”

shantiadewi: "...ini adalah udah nama ke empat yang aku masukkan dan alhasil namanya sangat tidak sesuai dengan keinginan."

Shasya: “enak aja gua lupa, lu tuh nyang nyebelin, dikirimin sms selamat ulang tahun kok ngga bales.”

doddy: “aishwatun aku ingin menjadi yang halal bagimu”, jreng jreng jrengggggggggggg,.. orang sekelurahan nangis bareng...

pito: "Mungkin karena itu maka mbak-mbak lebih senang dadanya jadi mainan mas-mas karena lebih menyenangkan"

Agatha: "alhasil, jadilah saya harus mengadakan acara perkencanan dengan dua pria sekaligus"

therry: "Perbedaan yang paling mencolok antara Jakarta dengan Semarang adalah cara orang-orangnya meminum teh"

Monday, December 17

Faithful Guy

"Hey! In love sama sapa sih?"


Gue selalu tersenyum senyum kalo ada yang nanyain ginian ke gue. Gue itung udah lebih dari sepuluh temen2 gue yang concern sekali ama gue dengan melempar pertanyaan yang sama, well, gak mirip mirip banget sih, tapi at least context-nya kayak gitu. Facebook emang media paling mudah untuk menebar gossip. Boss-ku nan cantik jelita sampai mengancam melaporkan kelakuan gue ke bini, walaupun cuma joking. Dan gue masih bertahan bahwa gue jatuh cinta ama 'kerjaan'.


Emang beneran jatuh cinta boss?


Iye! pake nanya lagi... cuman gue gak berniat untuk menceritakan panjang lebar di posting ini. nanti aja di blog kita ya? hehehe, senyum senyum dia...

Gue mau menceritakan tentang seorang suami atau istri yang jatuh cinta lagi. bukan gue. sebut saja x. ah susah... ngga usah disebut aja deh. ntar banyak yang protes... sampai saat ini gue 'baru' punya kenalan 2 orang suami dan 2 orang istri yang jatuh cinta lagi setelah menikah. tentu saja bukan kepada pasangannya. mereka berada dalam 'inner circle' gue. artinya bukan temen jauh jauh amat. dari empat orang tersebut, baru satu yang akhirnya bercerai. yang lain masih punya keluarga yang utuh. ke empatnya bukan orang susah. perkawinan mereka lebih terlihat seperti di surga timbang di neraka. si suami-suami itu ngga ada tampang lelaki buaya darat. yang satu haji, yang satu lagi belum haji, tapi lebih sering shalat dibanding gue (walaupun lebih sering nyate juga sih, daripada gue). si istri-istri itu yang satu hajjah, yang satu lagi si tante flirty, duta besar kerajaan setan untuk manusia. seorang teman berusaha untuk membujuk tante flirty untuk menjadi seorang christian, namun pak pendeta melarangnya. sebagai muslim aja dia gak jelas gitu, ngapain diajak masuk kristen. hm, touche.


Kenapa sih mereka cheating on their partner? ini bukan pertanyaan gampang dan hingga kini otak gue yang sempit ini belum dapet jawabannya. On a way back from Bandung for several workshop days Dave told me everything he knows about marriage. For sure He had lots of experience in this matter, and sadly, he had lots of time to talk about it.

Jadi teori singkatnya gini, don’t get married until you’re 35, unless you are a very faithful guy. Otherwise, you'll jeopardize your family. kecuali elo benar benar orang yang beriman dan teguh memegang keimanan lo, jangan kawin sebelum umur tiga lima.


Apa umur 35 engga telat banget ya? Biasanya, umur-umur 25 manusia itu udah kebelet kawin. Bisa karena keluarga, atau bisa juga karena tuntutan hormon yg udah mendidih ngga karuan. daripada meletus jadi dosa kan? mending kawin sekalian. gitu alesannya. The problem with 25 years old itu adalah, you don’t know what you don’t know. kita sebagai manusia akan terlalu ignorance sama blind spot kita sendiri. rasanya semua sudah terlewati. segara asa telah terasakan. sudah tahu tahu benar tentang dunia: dunia katak dalam tempurung.


By the time you reach thirty, financially you are much more better than when you’re 25. you start to know what you didn’t know. you are getting more powerful daripada lima tahun yang lalu, walaupun sebenarnya itu juga tergantung garis telapak tangan masing masing. kemudian datanglah segala kemudahan, tentunya dengan power yang baru itu. kalo orang awam melihatnya sebagai 'godaan'. hal hal yang sebelumnya sulit terwujud, kini terjadi dengan mudah. semudah membalikkan telapak tangan. thirties sounds nice huh? gitu kok banyak orang yang pengen balik jadi duapuluhan lagi... hihihi


Istriku dulu berteori, kalau masa mudanya nakal, setelah dewasa udah bosen, trus jadi orang baik baik. yes, dear... you're pointing at the right dot. namun manusia tertentu benar benar mencari tantangan. kalo udah umur segini, mana lucu lagi mainan ganja? emang gue anak smp? dan tiba-lah 'godaan' itu. mungkin lo udah ngga lagi mainan ganja. tapi siapa tau kalo ada yang nawarin lo swinger. masa gak dijabanin. tempting, rite?


"I'll devote my life entirely to my husband", yes milove, I think you should. Gue juga akan menyerahkan seluruh isi jiwa dan raga gue ke komitmen yang udah gue ambil. Namun gue benar-benar ngga tau kalo ada yang namanya cinta sebelumnya, hingga cinta itu sendiri datang menemui gue. membawa dilema bersamanya. Well, you dont know what you dont know kan? bodohnya... eniwei, trus kenapa 35 pak? menurut teori pak dave sebenarnya ngga segitu sih. umur 35 biasanya manusia sudah mampu belajar mengontrol power yang dimilikinya itu. di umur 35 biasanya secara financial sudah powerful, skill-nya juga cukup serius untuk membina keluarga. eh, ini khusus buat orang orang yang non-faithful lho. si bejat dan si bitchy. menurut saya alex bisa jadi contoh kasus paling relevant.

Gue ga tau ini teori bener apa kaga, sepertinya belum ada institusi yang berani membuat jurnal tentang ini. Namun dalam hal faithful dan non-faithful tadi, gue perlu klarifikasi. faithful dalam hal apa? gue melihat tante flirty dan ibu hajjah jatuh ke dua golongan yang berbeda. satu hal yang pasti, keduanya menikah pada umur 26 tahun. ah sutrah lah, kalau menurut saya faithful itu dalam hal menutup mata dari kesempatan belajar mempergunakan power itu tadi. cuek aja, mau bisa kek engga kek pokoknya begini. mungkin kalo ada waktu nanti gue akan clarify lagi sama pak dave, disela sela cognag dan ciggar-nya yang ngga brenti brenti itu. doain dapet kesempatan ya...

Sunday, December 16

X2

Akhirnya gue menginjakkan kaki ke X2 juga tadi malam. terkomporkan dengan gembar gembor club paling happening di 2007 ini, gue menepis kemungkinan nonton midnight 'I am Legend' sama istri gue. So sorry mr. smith, nanti kalau dvd bajakan-mu sudah beredar aku janji akan beli deh. konon kabarnya ada DJ impor dari portugal yang lagi main di X2, ya udah selesai nonton Asian Idol, gw sama istri berangkat. btw, buat Daniel Hartono yang bikin Asian Idol taun 2007 ini, you rocks man! the best deh. productionnya keren, stage-nya fantastic, acaranya oke banget... kapan ya gue bisa bikin yang kayak gitu...
Boss, koq party melulu sih? kan kemaren udah?
Ya, niat gue kan cuma bahagiain istri... masa gue ulang taun sama anak kantor doang? eh, kalo istri bahagia itu hidup lebih nikmat. ngga banyak tanya tanya gitu loh... cape deh...
Eniwei, kembali ke X2, Plaza Senayan bukanlah tempat yang tenang dan 'luxurious' kalo udah malem minggu. heran saya melihat Jakarta ini, mau berbuat maksiat aja koq ngantri dari gerbang masuk. cari parkir pun susah banget. campur aduk sama orang yang makan malem, nonton midnight, sama yang kebelet dugem kayak kami bedua.
Pintu masuk yang namanya X2 itu rada ribet, ada lane khusus member, ada lane guest list, dan ada lane untuk umum. secara gue kan bingung gitu ya, yang untuk umum itu yang mana, gue tanya mas-mas security-nya pas lagi grepe grepe nyari pistol. "Sini mas, di bagian FDC", katanya. Bah! iye gue tau istilah first drink charge. tapi seharusnya ditulis "UNTUK UMUM" gitu lho gede gede. gimana sih.
Cover Charge buat kami kami golongan FDC itu seratus ribu rupiah per kepala. cukup mahal sih buat party yang ga dibayarin kantor gini. tapi ya sutrah lah. sama koq sama vertigo dan kidzania. kalo mau berenang di waterboom malah lebih mahal... (apa sih?). bini gue menukarnya dengan gin vodka, dan gue hanya dengan segelas diet coke. Lho Koq? abis lambung gue menjerit protes waktu otak gue browsing nama nama cocktail di FDC list.
X2 menyediakan tempat cukup 'generous' hingga 2 lantai di bekas parkiran Plaza Senayan itu. sebenarnya masih tergolong kecil kalau dibandingkan dengan launching diskotik Bengkel belasan taun lalu. tapi disini triknya lebih cerdas. ruangan segitu gede dibagi empat tempat. begitu masuk langsung ada diskotiknya yang beatnya extra-ordinary, trus ke kiri ada Vintage lounge yang didominasi om om sama tante tante. musiknya tetap modern, tapi lebih soft. trus ada tangga keatas yang masuk ke Equinox, tempat musik2 RnB. bule bule pada demen disitu, mengingatkan pada Shooters dan M-bar di Surfers Paradise. trus diujung tangga itu ada pintu rahasia yang menuju ke Ego, yang katanya ultra lounge, dimana yang masuk situ musti menunjukkan kartu membership. at least sepertinya demikian soalnya semalem gue di-bounce gitu ama bansernya.
Jam dua belas lewat si DJ import itu naik, gue ama bini mengambil tempat di bar. bukan apa apa, kami emang paling seneng lokasi di meja bar. deket kalo mesen, cepet nyampenya lagi. walopun bayarnya juga cepet banget. hiks hiks... untuk dapetin meja dengan empat stool, lo musti buka at least 2 botol. atau minimum order dua juta rupiah. hm, canggih juga nih orang nyari duit... kalau mau table dengan 2 sofa, mungkin dia minta 4 juta kali ya...
Buat elo yang baru mau ke X2 kayak gue semalem, gue musti kasih precaution dulu sebelumnya ya. X2 is no longer happening. banyak banget mas-mas dan mbak-mbak pengunjung yang 'merusak pemandangan' gitu deh. gue duduk disebelah bapak koruptor yang dateng bawa sepuluh mobilnya. selain bersama pecun pecun langganan, beliau juga berbaik hati mengajak masuk kedua belas supirnya sekalian. ah. macam di medan saja bung! gue juga berebutan bangku dengan seorang om yang pingin sibuk pagut pagutan sama simpanannya. gayanya itu loh, hare gene pake kaos abri ditutup jas garis garis. duh!
Repertoir minuman yang dikasih cukup ngejembreng. selain diet coke yang sepertinya selalu free flow, gw juga menyikat segelas illusion, segelas capirovska, dan 3 shot tequilla. oke, illusion-nya kebanyakan es, kapiroskanya pas, shot tequilla-nya terlalu kecil, tapi tidak dicampur air seperti bar-bar di Kuala Lumpur...
Siksaan mulai terjadi pas kita mau pulang. Jam dua gue memutuskan cabut dari situ. buat gue, se heboh hebohnya party, kalo lewat dari jam 2 udah basi. keluar dari situ kita harus melewati 'hall' yang terang benderang dengan AC mati. trus dilanjutkan lagi dengan mencari jalan ke parkiran mobil, yang kalo dibawah, lo harus muter muter tangga ga karuan. trus ketemu lagi deh, dengan antrian yang mobil mau keluar dari parkiran... ah, so uncivilised. tapi kok rame ya?

Saturday, December 15

Mistere

Party last night wasn't so bad. rasanya sebentar lagi gue akan dipromote jadi Internal Party Manager deh kayaknya. "Thanks for helping ya boy, such a Great party! berminat bikin eo?" boss nan cantik text me on my way home. hm, ngga ah. cukup bikin bisnis promo solution aja dech. one in a time.

Buat ente ente yang belum tau, Mistere terletak di jantung Mega Kuningan, Jakarta. Tepat di lantai basement Ritz-Carlton Hotel. Bukan yang di Pacific Place lho ya! For those of you who want to spend a fortune, kesana lah. Its just like Hailai di ancol atau Stadium di hayam wuruk (atau gajah mada ya?) tapi slightly more premium. and more private. tapi bukan model yg eksklusif dimana hanya golongan tertentu yang dapet service oke. disini semua dapat pelayanan yang sama. cukup lengkap deh, ada life music, jazz lounge dan karaoke. bandar lady escort juga ada, cewek, aku lupa namanya abis dikenalinnya lagi ngga sadar gitu.. jaaab rajab... gimana sih lo

Ngapain aja Pakdhe?

Yah, ritual rutin gathering lah. dimulai dengan high tea di lounge yang civilised. tempat kita cekikikan ngetawain kaum tattler Indonesia. Trus berlanjut dengan buffet dinner di Airlangga. quick advise, kalau bersepuluh disitu bisa reserve private room lho. lebih kedap suara. jadi kalo cuwawa'an ngga diliatin orang hehehe...

Malemnya diteruskan dengan berkaraoke ria. kegiatan malam yang paling saya benci selain gambling. hehe. tapi fun kok. I promised to have fun, didn't I ? :p lumayan deh ngga banyak yang pulang, cuma beberapa aja. si cantik juga ikutan golongan yang pulang. (tapi tadi pagi sempet text me lho, selamat ulang taun katanya). sebagian besar masih tertahan disitu. malah ada yang cabut eh balik lagi. tapi emang dasarnya gue ga suka, gw malah sibuk mainan yahoo di hp. Sayang, I love you :)

Tepat jam 12 malam, semua orang pada pegang evian botol dingin yang gue gak tau pada dapet darimana. bener bener lolos dari pandangan mata elang ini. "Happy birthday to youuu" mereka teriak, gue kabur. haha. basah kuyub gue disiramin kayak maling jemuran (lho?). ah guys, you're all rock! tadinya gue masih mau ngajakin lo pada lanjut lho. tapi credit card gue menjerit protes.

Oke oke, yang cewe-cewe pada cipika cipiki, yang cowo-cowo pada peluk-tepuk-punggung seperti biasa. Basah Tauk! goblog deh lo... hehehe. tapi gue inget dapet wet kiss di pipi dari tante flirty. O My GOD. whats happening? inikah babak baru dari hidup gue? perselingkuhan dengan tante tante di tempat kerja ? mana kayu.. gue mau getok 3 kali...

Seneng gak Pakdhe?

Yah, to be honest, biasa aja. Memang sih, this is the first time ever, ulang taun gue disiramin rame rame... kasian ya? sepertinya telat 10 taun. this is the first time juga ulang taun gue dirayain dengan magnitude segitu gedenya. but this is not what I want. I want to be with her. sedih liat plan yang berantakan gitu, hiks hiks...

Selesai nganterin tante flirty pulang, gue kembali kerumah. menemukan istriku yang tertidur nungguin gw didepan tivi. dan anakku yang pulas di tempat tidurku. ah, kenapa mereka tidak bisa merasakan apa yang kurasa ya... setelah menggendong istriku ke tempat tidur, dengan gumaman ulang tahun yang gue ga ngerti artinya apa, gue terjaga didepan tivi. nonton Las Vegas sampai habis. dan merenung...

Welcome to the thirties my friend, the devil smiles.

Thursday, December 13

Galau

"Kamu beneran outing ke bandung kan?"

kutersenyum...

"Bukan ngomongnya aja kan? nanti kamu ternyata ada di jakarta..."

sebuah diskusi satu arah, kok ya bisa-bisanya mengambil tempat disela sela ritual foreplay. bikin hilfil aja.. duh honey, feelingmu koq tajam sekali sih...

Wednesday, December 12

Musim Haji

Musim haji adalah musimnya para mbek dan sapi sapi pada mejeng dipinggir jalan. ada yang pose tiduran kayak dipantai, ada yang pose kagum liat lalu lintas, ada yang cuek aja kawin disitu.

animals...

Musim haji selalu menjadi special moment buat gue. saat saat dimana gue deg degan, mungkin gak sih taun ini gue diundang visit ke rumah-Nya? most of the time sih berakhir dengan kejengkelan, "ah... lupa kali Dia sama gue..."

emang pengen diundang Pak?

beberapa lebaran yang lalu gue sempat menitipkan pesan 'minta diundang' sama salah satu sepupu gue yang naik haji. dari mulai selametan mau manasiknya aja gue udah nitip. trus mo ke bandara gue titipin lagi, "bilangin Dia ya, gue pengen mertamu". selama tu orang ditanah suci-pun aku tak berhenti tahajud, every single night gue berteteskan air mata, berharap tidak ada satupun halangan terjadi. semoga kembali ke tanah air sehat walafiat menjadi haji yang mabrur.
sepupu gue itu sih pulang dengan selamat sentausa, tak kurang satu apapun. kelihatannya dosa-nya-pun kaga berkurang juga. kami semua malah ikut perhelatan syukuran pulang haji. dia cuman kasih oleh oleh ke gue yang apa juga gue ga inget, udah belasan taun yang lalu sih. yang pasti gue lupa nanya, "udah disampein belum?"

Monday, December 10

Ungu, boleh pinjam syairmu?

Ku tahu, ku tak akan selalu ada untukmu

Di saat engkau merindukan diriku

Ku tahu, ku tak akan bisa

Memberikanmu waktu

Yang panjang dalam hidupku

Yakinlah bahwa engkau adalah cintaku

Yang kucari selama ini dalam hidupku

Dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku

Yang panjang dalam hidupku

Ku mencintaimu lebih dari apapun

Meskipun tiada satu orang pun yang tahu

Ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku

Meskipun engkau hanya kekasih gelapku

I swear to drunk I am not God

Party semalam sukses abis... banyak yang complain tapi lebih banyak lagi yang happy. party bertema tentara itu sukses membawa aroma vietnam ke satu sudut kota jakarta. cool dah..
mabuk ndak pak?

ya jelas... boss gue nan cantik jelita udah ga tau deh berapa kali memaksa gue minum langsung dari pitchernya... si lelaki gemulai juragan venue juga insist memberikan rasa terima kasihnya dengan menyiram chivas coke sebanyak banyak anjing ke tenggorokan gue... Wahyu! if you read this line man, you're the best! you cover my job so I can get drunk... huhuhu...
entah kenapa gue jackpot ampe yg keluar cuma busa doang, hih, mengerikan... mungkin badan gue udah tua... atau kebanyakan minum soda ya? ah sutrah lah...
pagi ini gue bangun dengan kondisi mengenaskan. badan kilikiben, mulut bau asbak aldiron, begitu ngaca... ah, kenapa potongan rambut gue jadi begini???
mampus

Wednesday, December 5

Leadership

It's been years since human divide themselves into groups. ada orang susah, ada orang senang. ada yang kaya ada yang miskin. some said itu adalah God's decision. I said it might be. susah senang kaya miskin perhaps vonis dari surga. tapi bodoh atau pintar? cuma orang orang berpikiran sempit yang bilang itu bukan keputusan manusia.

Life is an option. untuk bisa pintar manusia harus memilih certain option dari mulai melawan kemalasan sampai dengan putar otak untuk bayar biaya belajar. memang setiap manusia itu unik, kita dikasih IQ yang berbeda beda. beberapa malah diberi score sangat minim. but some schizophrenic friends bisa pintar dengan IQ yang minim tersebut. beberapa malah bisa jadi kaya raya.

Buat gue, orang-orang itu terbagi atas 4 macem character yang udah given dari sononya. golongan yang pertama adalah si 'daydreamer'. mereka punya vision about anything. buat mereka wording ada gambarnya, note ada rasanya. mereka punya kelebihan to think outside the box. cuman sayangnya mereka ini egoistic. selfish. mau enaknya aja. orang vision vision gue koq ngapain lo atur atur.

Golongan kedua adalah 'working bee'. mereka yang punya endless energy untuk membangun sesuatu, make things happen. punya sense of detail yang menyeramkan. their logic sometime kill their hearts. robots. mereka harus punya kemampuan untuk fast learning. karena musti absorb brief secepatnya untuk bisa kerja. Golongan ketiga adalah 'tracker'. selamet deh kalo kamu masuk golongan ini... ini adalah orang orang yang menyelamatkan kita dari kehilangan arah dan tujuan. they measure our performance. mereka mencari cari kesalahan. dari namanya pun udah keliatan, mereka adalah para pencari jejak. gejala awal orang yang punya karakter ini adalah mereka punya keahlian matematika yang dahsyat. even in the very young of age. skill ini melindungi mereka dari kebohongan. namun sayangnya, mereka jadi lebih jago berbohong dari kita kita.

Golongan terakhir, yaitu 'cowards'. no more to tell, they are loosers. si pengecut. orang orang yang tidak pernah berani untuk menghadapi tekanan. they are even too lazy to calculate the risk dari tekanan tersebut. eh, bukan berarti mereka ngga pernah sukses lho. jangan salah. mereka cuma menghindar dari peperangan, sometime unnecessary war, sometime important one. kadang kadang kita gemes ngeliat kelakuan si coward. apalagi kalau mereka menjadi pengambil keputusan atas hidup kita. ugh, cape deeh...

Leaders are not born, they are made. beda dengan karakter, leadership bukan given. it is up to the person untuk memilih option mau jadi leader atau tidak. ngga ditunjuk ama Tuhan... secara tradisional memang, leaders (baca: raja) diturunkan dari orang tua ke anaknya. tapi modern humanity learned that, leadership bisa dipelajari, bisa ditiru, bisa dilatih. bahkan ada measurementnya lho sekarang. even si cowards pun bisa jadi leader. walaupun bikin mereka yang di-lead deg degan mau mati :) buat gue, to lead = to serve. nge-lead anak buah lebih cenderung to serve mereka dengan kepuasan. well, kalo engga karena orgasm, ngapain susah susah ml?

Tuesday, December 4

Jakarta-ku

Gue ngintip dari jendela kantor gue, pemandangan jembatan semanggi yang ngga pernah berenti macet. eh pernah deng, tapi pasti gue lagi ga dikantor. Kenapa ya orang orang itu pada seneng macet macetan? oh itu bukan seneng pak, tapi mereka terpaksa, mana ada orang yang demen macet...
Kasian ya? not too long ago, gue cuma perlu setengah jam dari pager rumah sampe duduk di cubical. sekarang? molor 2x lipatnya. entah kenapa, harga kendaraan di Indonesia yang konon paling mahal sedunia ini ngga mengurangi minat orang untuk membelinya.
Sebenarnya ada cara pemecahan paling jitu Pak. temen gue nimbrung. berantas aja pombensin di jakarta ini. mobil itu kan ngga bisa jauh jauh dari pombensin, jadi pombensinnya yang dikurangin. niscaya jumlah mobil pun berkurang. jelasnya polos. ermmm, mungkin lebih baik diterapin untuk bandar narkoba kali ya? kalo diterapin buat lalu lintas jakarta mungkin bisa terjadi revolusi...
Didalam metromini yang nganter gue ke kantor pagi ini, gue ketemu sama mbak mbak-mas mas seperjuangan, yang mau maunya bergelantungan sambil berjubel jubelan berharap sampai tujuan secepat cepatnya. gue ngga begitu asing sama metromini, in-fact, ini kendaraan utama gue waktu SMA. naik metromini rasanya enak. cepat udah pasti, apalagi kalo lagi kejar kejaran kayak kucing kawin. puas mepetin mobil-mobil lain, tokh kalo nyerempet abangnya ini yang digorok. bisa dempet dempetan sama cewek cewek lagi, itu kalo lagi ada ceweknya. kalo ngga ada yang mending pindah ke metro yang lain.
Tiap kali ketemu orang gue selalu mendapatkan keluhan mengenai Jakarta. entah jalanannya, banjirnya, copetnya... ada aja yang bisa jadi bahan ngeluh. Gue? gue udah cinta mati sama Jakarta. for better or worse. gue pernah tinggal di surabaya. panasnya ngga karuan. makanannya enak tapi engga ada gado gado. jalanannya semrawut. bukan karena jalurnya, tapi supir-supir lokal surabaya itu unbelievable. seganas ganasnya supir di jakarta, supir disana lebih ngga ketebak. unpredictable. mau maju apa engga, belok apa engga, cuma Tuhan yang tahu.
Gue juga pernah tinggal di australia, kerja enak bayarannya tinggi. semuanya mudah. macet? ya jelas pasti ada walaupun lebih civilised dari jakarta. (ceile, macet aja civilised). ngantor naik kereta juga living hell disana. sama aja sama kereta jabotabek. cuman kaki ngga boleh naik kursi, bisa digetok kondektur. ngga enaknya disana adalah, kita hidup sebagai minority. walopun umur udah tua, we asian are considered minor. ngga enak ya? yang pasti surviving disana lebih menyakitkan hati daripada surviving life di jakarta.
Tinggal di balikpapan juga enak. saking enaknya lo musti tuker ktp lo untuk dapetin ktp balikpapan. nyawa tuker nyawa. disana ngga ada macet, duit gampang, apa apa mahal, ngga ada carrefour. nyari dokter hewan susah. apalagi mau botox. duh. kalo udah gitu jadi kangen jakarta.
Kalo mau kota yang sophisticated, datanglah ke palembang. bandaranya canggih, hotelnya canggih, stadion olahraganya canggih, real estate canggih, jalanan canggih, sophisticated. not until you talk to people. ndesit. beda sama orang jakarta, walaupun penampilannya sendeso tukul, tapi mindshare sophisticated.
Jadi sebenernya kenapa lo terpaksa tinggal di jakarta? ya karena itu tadi, karena chassis gue sudah didesign untuk tinggal di jakarta

Friday, November 30

Si Pendosa

hai hai cubicalku yang indah, tempat berkumpulnya segala benda benda ngga penting, belum penting tepatnya, karena saya yakin suatu saat nanti akan menjadi penting (alesan!) pagi ini gue dateng dalam keadaan basah kuyub keringetan, abis lari-lari karena kesiangan dan sampai di cubical dalam kondisi: mengenaskan. entah kenapa di cubical depan gue berkumpul-lah para petinggi petinggi pemasaran terbaik negri ini, berdebat dengan seru tentang apapun itu yang gue gak kepengen tau. begitu gue dateng mereka pada ngeliatin gue dengan pandangan kok-boleh-ya-dateng-jam-segini itu. cuek aja, gue buka bekel dan minuman gue dan mulai mengunyah.

hm, langsung inget selembar blog yang dari semalem gue pingin buka. blognya eve. sempet kepikiran sih buat buka youtube lagi, tapi kayaknya gue ngeri kena kanker pendengaran gara gara kebanyakan dengerin dream theater. lobang kuping gue pun langsung protes waktu mau dijejelin earphone jaman baheula ini. ah, ga ada postingan baru. kemana ya si eve, dah lama dia tidak tulis menulis. padahal yang bikin gue mulai menulis tu dia juga, huh curang.

gue udah lupa sih sebenarnya gimana bisa kenal ama eve, dan dalam kapasitas apa gue berkenalan. atau pas gue lagi ga sadar kali [anjrit, ya engga lah] yang pasti sejak kenalan waktu itu sampe sekarang eve selalu ada di hidup gue, dimanapun gue tinggal. gue ke surabaya, ada eve, gue ke australia, ada eve, gue ke kakus... kok ada gulungan tissue ya? ngobrol ama eve nyambung banget sih, obrolan pangkalan ojek sampe obrolan gala dinner masuk aja. gue yakin sebelum dilahirkan jadi eve, dia adalah seorang negarawan, paling tidak phd. teknologi memungkinkan eve terus kontak gue dan sebaliknya. tentu saja dibawah sapuan radar, gila kalee kalo ketawan, bisa diganjar hukuman penjara gue melawan undang undang nomor 1/1974. hiii...

walaupun gue tau resikonya, gue selalu nyaman membuka aib aib gue sama eve. deep to the very perviest of me. deile, kaga segitu schizonya kalee gue... sampai akhirnya gue merasa bahwa eve adalah adek gue yang lupa dilahirin ama mami. sepertinya dia lebih cocok daripada adek gue yang sekarang, megelin. sebagai kakak yang baik, gue selalu mengasuh adiknya. walaupun kami berdua penyembah aliran incest, tapi kayaknya ga bakal kejadian deh. eve punya hidup sendiri, I have mine.

in a recent conversation with eve, dia mengeluhkan tentang hidupnya yang dibaca oleh teman teman sma-nya. she told me that, in some extent, her life has changed. her friends were barely recognise her anymore. gue mendadak ngaca sama hidup gue sendiri. yeah, sampai dengan lulus sma hidup gue baik baik saja. my split personality belum lahir waktu itu, halah, ga penting banget. gue adalah type-type anak sekolahan yang dateng pagi, keluar main baca buku, pulang langsung kerumah. ngga ada berantem-berantem, ga ada bolos bolosan, ga pernah ngerokok, apalagi ngelem gitu. mungkin selama 12 taun gue sekolah, surat sakit gue bisa diitung dengan jari. jari orang se erte maksudnya. hehehe gak lah... bokap gue yang keras, yang selalu beranggapan prestasi sekolah gue gak ada apa apanya, bikin hidup gue waktu itu santai banget. ya tokh belajar ga belajar sama aja kan? untungnya rapot gue ga pernah merah, eh pernah deng sekali, waktu sd. di pelajaran pmp gue pernah dapet 5.

mungkin insting guru pmp gue bener ya, moral gue inscalable. ajaran jawa punya sin category yang terkenal dengan molimo or the five m, mabuk-madat-maling-madon-mateni. mabuk? chivas coke please... hehehe eve has much experience with me disini kayaknya… madat? well, been a dealer for several years I think I got enough giting at this stage. buat elo elo yang kepengen madat, here is a tip for you: it is better be a dealer than a user. the air is far more crisp up there. maling? I did it sophistically. or better known as: carding. I think the only way to get reach is to steal. dapet warisan harus bayar pajak, stealing? not a penny. madon? hellooo… the greatest mystery about madon is, mending mana makan sate atau melihara kambing. well my friend, after having both in the same buffet, I’d say do it both! hehehe. mateni? duh, nganterin cewe cewe ke dokter aborsi itu diitung pembunuhan ga ya? engga donk! ya kan? perhaps the only category I’ve never ever been cuman main kayaknya. never interested. infact, I have enough bet being placed everyday, just to survive life.

Thursday, November 29

Receh

“Gimana nih, gue musti bayar kartu kreditnya siang ini. Kalo engga bisa dimasukin black list BI”

Ya bayar aja, kan kemaren udah gue kasih.

“Kuraaang… masih kurang gopek lagi”

Duit gue tinggal 480rebu, sampe akhir bulan. Tega lo

”Udah, transfer aja 420, nanti gue cari lagi sisanya”

OK

*click*

10.00 am, Conversation minggu lalu terngiang lagi tadi pagi pas gue baru sampe cubical. Selesai menghajar roti bekal buat sarapan, gue lahap satu persatu email di lotus gue. Ah, email facebok lagi, setan setan itu ngga tau kali ya, kalo invitation mereka membuat seseorang merana begini. Ignore deui ignore deui...

Hm, one last message dari conversation semalem nongol di meebo. “muah” aih, pagi yang nikmat!

11.00 am, fourty nine more emails masih ngantri digarap.. *sigh* si cantik mana ya? Udah 2 hari ini ga masuk kantor. Biasanya dia udah nongkrong di cubical ini, memamerkan lesung pipitnya sambil nyomot bekal gue.

11.25 am, oom bagas dan tante ambon ngajak makan siang… “di Ambas aja boy, sambil belanja yuk...” hmm, sekalian beliin baju buat ‘number one’ ah, aku buka dompet: tinggal lima ribuan dua, ck.

11.45 am, “Pak-pak, berenti sini aja” kita udah didepan ITC, lho barusan keknya gue masih liat trotoar barunya semanggi, kok udah di ambassador aja. Baru tau gue kalo ngelamunin pacar itu emang bikin time flies. “Nih om, nyumbang goceng” gue gak enak kalo ga patungan taxi, “udah ntar aje, gampang” hmm, slamet duit gue…

12.30 pm, “Dimana sih tokonya“, kita melewati es teler 77, “Nah, makan disini aja…” waduh, mana cukup. “makan diatas aja, foodcourt” gue masuk ke toko baju lagi… ada apa ya dengan para wanita. Kalo masuk toko baju harus berlama lama. Perut gue udah melilit nih. Minta diisi…

12.45 pm, “Dulu disini kita pernah branding lho, tapi gak lama. Kalah sama yang lain” tante ambon mulai nyerocos, foodcourt ini tumben sepi. Biasanya dah kayak pasar beras. “kita makan disini aja”, oom bagas menunjuk meja kosong. Tante ambon udah keliling cari makanan yang pas. Gue ngelirik sop kaki kambing dudung roxi. Walah, 23 rebu. 13rebunya gue copot celana mau ngga ya tu mbak mbak…
Boleh mas, nasi gorengnya pake ayam pake udang… hmm, nasi goreng tek tek pikirku makanan termurah abad ini “11,000” buset deh, gak kira kira tu orang. Gue keliling lagi, ke tukang empek empek. lirik lirik menĂº, “kapal selam: 13,000. lenjer: 13,000” shit!
Gue mampir ke warung ‘family’ ngikutin feeling yang makin tergerus lapar. Nah ada somay nih, “Berapa mas somay-nya”, gue berharap harap cemas. “somay aja empat ribu” balasnya., “kalo tahu doang tiga ribu”. Wah ni dia nih, cocok ama budget. ”ya udah somay satu tahu satu”. Duh gusti, baru kali ini nih kayaknya gue makan siang cuman pake dua batang somay. ”Minumnya apa mas?”. Aqua gelas! Jawabku pendek. ”semuanya jadi delapan ribu”, kuserahkan dua lembar lima ribuanku terakhir. Dikembaliin dua lembar juga sih, ribuan. Impas donk!

1.30 pm, “Aduh, lain kali kita makan dulu ya sebelum belanja, perut gue sakit nih kekenyangan” tante ambon pamer body didalem taxi di perjalanan balik ke kantor. Gue cek m-banking lagi, saldo anda 14,000 rupiah. Duh lama ya? “besok kita makan di plangi aja, ada toko yang bagusan” tante ambon menawarkan diri. Gue ama oom bagas cuman geleng geleng kepala. Dompet gue menjerit.

4.54 pm. M-Transfer [BERHASIL] 29/11 16:52:58 Rp. 200,000.00. oh Tuhan, semoga mamiku dapet tiket disisi-Mu. "matur nuwun“ ku jawab singkat smsnya. Duh gusti, setua ini masih aja minta duit mami...

Wednesday, November 28

Tya oh Tya

"You're so pervert!"

Yes, incredibly I am a pervert. Gue ga pernah berani menyampaikan apapun yang gue stempelin [RAHASIA]. Sebagai seorang introvert dengan pangkat ISTP dalam myers-briggs indicator gue sangat senang berada dalam area private gue. bukan untuk begajulan, tapi cuman untuk menikmati hidup yang bentar lagi abis ini...
Sama halnya dengan Tya, wanita yang kupuja-puja, secara sensual tentunya. kelak kalau gue masuk surga, gue mau istri gue seperti Tya. kalau gue masuk neraka, gue mau bareng Tya. duh manisnya... No no no... ini bukan Tya yang pramugari, atau Tya admin kantor cabang Jakarta, ataupun Tya tukang tulis laptopnya Tukul. ini Tya yang lain. Tya yang rajin berdiri di melawai raya tiap malem. mencari nafkah didepan kantor cabang BNI melawai.
Lho kok lo demen pecun sih? weleh, dah dari dulu kalee, cuman gak brani aja ngakuinnya. sama pengecutnya dengan bilang sama Tya "aku mau kamu" duh... Padahal sih ya, dengan gaji gue sehari aja mungkin dia sudah mau gue perkosa dengan cara apa aja. tapi bukan itu yang gue cari. puasnya itu loh, bagaikan harimau yang berlindung dibalik semak semak. menunggu waktu yang pas untuk menerkam mangsanya. even si mangsa sendiri ngga merasa menjadi korban terkaman si harimau, ough! magnificently flawless...
Pecun kan banyak Pak? kok harus Tya? nah itulah, gue sudah lama beredar diseputaran blok m, sejak '92 kalau ngga salah. Sekolahku pun bediri tegak di jalan Mahakam. dari mulai daerah ini bersih dari pecun, sampe banyak kedatangan imigran dari luar kota, sampe bersih lagi akibat maraknya panti pijat diseputaran kebayoran. banyak sekali pecun come and go dalam hidup gue. masalahnya dengan pecun adalah, when they got money, heaps of 'em, they changed. tendensi yang mirip dengan yang dimiliki para artis. mulai lah ngobat, mabuk, ganggu laki orang, sampai akhirnya hidup cuma jadi orang yang nyusahin orang lain.
Beda dengan Tya, aku tahu benar kapan dia pertama datang ke blok m. miskin! aku melihat ketika dia mulai laku, lelaki-lelaki itu mulai 'mengangkut'nya dan terus berlangganan. Kini aku yakin kalau dia tidak lagi sesulit dulu. Tya tidak bergeming pada morphine dan amphetamine yang bergelimangan di lingkungannya. Yeah, maybe some. tapi dia hanya mencoba dan tak menyukainya. lha trus duitnya pada kemana? believe it or not, she bought herself a motorcycle. nyicil tentunya. buat apa? biar dia ngga perlu naik taksi lagi dari kos kosannya di cipulir.
Tya menggaji 'driver'nya sendiri untuk mengantar jemputnya 'ngantor'. entah dengan apa bayarnya kalo lagi sepi, atau ketangkep kamtib. she spent every penny she got secara produktip. aku ingat ketika Dara waktu itu berada di level kesuksesan yang sama dengan Tya saat ini. tiap malam aku mengantarnya ke Kambal ambil barang untuk dibawa ke Situ Lembang, dengan balasan berupa "kamu koq baik banget sih mau anterin aku". thats it.
Juga teringat WP langgananku yang bacotnya ngaudubilah, asal ngga ngomong sih Lisa itu classy loh. cocok lah kalo gue bawa ke gold coast atau ke maldives. tapi kalo ngomong, duh... sepertinya dia menyalahkan semua orang atas roda hidupnya saat ini, understandable, tapi mbok ya'o, jangan nambah nambah dosa dengan makian gitu loh.
Tya yang kulihat saat ini masih sama seperti Tya anak baru yang baru datang ke Blok M. masih bersih dan napsuin... ugh.. tell me that I am old school, but I do respect consistency. Something that perhaps I dont have at the moment.
Jadi pertanyaannya, kapan lo berani dateng dan ajak dia kenalan?
NOT IN THIS LIFE !

dia yang nun jauh disana

'dia' adalah manusia, seorang perempuan, perempuan biasa. anda mungkin pernah menemuinya, di halte, di mall, di bandara...
dia cantik, at least bagi saya, seorang warga negara keturunan, sama halnya dengan saya, dia keturunan cina saya keturunan arab. dia adalah teman saya saat saya kelas 3 smp. kami pulang berdua setiap hari, jalan kaki, sambil becanda riang. belum ada billing credit card, belum ada vaksinasi, belum ada alkohol. segalanya masih riang gembira. well, sort of...
saya mulai punya perasaan suka pada dia ketika itu, disela sela canda riang dua remaja belum tau apa apa. rasa suka yang diikuti dengan hormon2 yang mulai diproduksi tubuh saya secara brutal. membuat seorang laki laki muda tergelincir jatuh pada gejolak cinta. fallen-in-love. sesuatu yang kemudian saya simpan dalam hati, hingga enam belas tahun lamanya...
dia bukanlah cinta pertama saya, nanti saya ceritakan tentang cinta pertama pada posting yang lain. dia bukanlah cinta pertama saya, tapi setelah enam belas tahun saya baru merasa, bahwa dia-lah cinta sejati saya. the-true-love.
saya lelah, tired killing that love. amazingly it is still alive! dalam sebuah conversation tepat seminggu yang lalu, aku ungkapkan padanya. that-i-still-love-her. then a miracle happened. i never saw it's coming:
she-loves-me-back
it was the first time I feel love. sweating palm, increasing heartbeat, cold, gosh I feel it even now. I know someone who was addicted to love. I laughed at her. but I think I heard her laughing at me now. ha ha

saya tidak pernah percaya cinta, it was just a trick of human body desperately fooling your heart to do exactly what it wants you to do. to fuck. yes, living organism punya tugas berat untuk berkembang biak. malas sedikit and you're gone. extinct. punah. but when I felt that love, I know that suddenly my believe was changed. semuanya berubah. aku mulai bisa menggunakan otak kananku, aku mulai melihat dunia dari sisi yang lain. sisi yang lebih indah, lebih bright, lebih berwarna...
kini dia sedang berada jauh disana, di sebuah peraduan di tepi pantai, well at least near the coast, ga di tepian banget sih...
tadi smsnya kutampik, aku tak ingin istriku tahu, tapi aku rindu, aku pernah ketemu sih, tapi pingin ketemu lagi...
sudah jam enam, saatnya pulang, kembali ke kenyataan ;(

sepertinya ada yang kurang

Gue baru sadar, sepertinya ada yang kurang dari blog ini, GAMBAR !
rasanya seperti kurang garam ya? text melulu tak ada visualnya. ah, tapi bukannya garam itu sumber darah tinggi Pak? ya benar! memasukkan gambar kedalam blog ini cukup membuat saya naik darah. jadi demi kesehatan saya lebih baik tidak usah pake gambar ya?

Ayam vs Telur

“Saya ingin melemparkan topik klasik yang membingungkan buat saya dan mungkin buat teman-teman yang baru mau launching:

Apakah lebih baik beriklan dulu baru berdistribusi atau berdistribusi dulu baru mulai beriklan.
Logika yang pernah dilemparkan ke saya adalah: Anda harus beriklan dulu jadi pada saat brand anda sudah kuat semua orang pasti mau jadi distributor.

Di satu sisi ada logika lain: Bilamana Anda beriklan dan pada saat iklan anda mengena dan ternyata tidak ada barang lama-lama konsumen akan kecewa dan pada saat anda mulai berdistribusi konsumen sudah kecewa dan tidak mau mengambil barang Anda lagi.”

Sebuah email menarik masuk ke lotus saya hari ini, mana yang lebih penting, distribusi atau iklan? dua duanya bertujuan akhir yang sama, "image"
sebenarnya ada 2 komponen lagi yaitu harga dan inovasi. tapi keduanya bisa menjadi 'secondary route' untuk menuju "image" sebagai hasil akhir.
kenapa image ya? kenapa bukan volume? bukankah volume adalah segalanya bagi produsen?
saat ini marketing modern memiliki kecenderungan consumer centre, dimana asumsinya volume datang dari 'top of mind' consumer ketika memutuskan untuk transaksi produk2 tertentu.
di saat 'moment of truth' itulah image punya peranan sangat penting.
kembali lagi ke topik diatas, image yang diharapkan produsen bisa didapat melalui jalur 'distribusi' atau 'iklan'. beberapa prinsipal punya 'privilege' menikmati kedua jalur tersebut secara optimal.
namun banyak yang memang harus memilih diantara keduanya, sesuai dengan resources yang dimilikinya.
resources, inilah kuncinya. apabila produk anda lebih mudah di-push, alat usaha mendukung, kemampuan personnel sesuai dengan jalur2 distribusi, maka lebih bijaksana kalau menghimpun seluruh kekuatan di jalur distribusi. mungkin saya salah, tapi menurut saya teh botol sosro dan indomie mengambil jalur ini, sebelum mereka bisa mengambil jalur yang lain.
sebaliknya apabila produk anda lebih mudah di-pull dan personnel anda mampu untuk menciptakan iklan iklan hebad, lebih baik apabila mengambil jalur iklan/branding.
menurut saya contoh terbaik dari jalur ini adalah produk 'all s hellical spring', suspensi mobil yang bolak balik pasang iklan di tabloid otomotif.
sementara itu, ada komponen lain sebenarnya yang dapat diutilize lebih jauh untuk membentuk 'image' yang diharapkan.

harga dan inovasi. keduanya tidak bisa disatukan, simply karena inovasi itu mahal. dan sebaliknya untuk bisa murah itu memotong anggaran inovasi.
dengan cara ini, anda tidak perlu susah susah beriklan ataupun berdistribusi. konsumen akan datang mencari produk anda dengan segala cara. untuk bisa bersaing harga, segalanya bisa dikorbankan. tapi kalo kebanyakan pengorbanan ya ujung ujungnya gulung tikar hehehe
inovasi juga bisa menjadi route terbaik mendapatkan image yang cantik dimata konsumen karena pada dasarnya ‘innovation’ itu sexy. “ih lucu juga, that’s so smart” hal hal seperti ini menjadi desired response dari innovation.
on the top of consumer mind ketika memutuskan untuk membeli suatu product dari category tertentu, keluarlah yang selama ini dia ingat, “yang itu lho, yang waktu itu lucu juga, yang so smart itu loh”. kira kira seperti itu.
jadi, apabila anda seorang wanita yang sexy dan cantik, worth to dying for… dan anda butuh orang lain punya image tentang anda, bahwa anda memang sexy dan cantik, tidak dilebih lebihkan, tidak kurang pun dari anda sebenarnya; route mana yang akan anda ambil?

Orang kecil dengan otak kecil

Another blood shed another bruise felt, pagi ini motor gue nabrak lagi. Melengkapi repertoir koleksi tabrakan motor gue, setelah trotoar dan bajaj.
Seperti yang sudah sudah rasa yang pertama timbul adalah ingin menyalahkan. Entah siapa lah yang ada disitu dan yang ngga ada disitu. Samar samar gue juga ngerasain ingin marah marah sama istriku dirumah. Pokoknya salah. Orang kecil naik motor, otaknya pasti kecil juga. goblog... Ya! elo goblog *sambil nunjuk2 si wong cilik*
Then I start to blame it on myself, semacam self conscious gitu… atau apa ya? Introspeksi diri kali ya, trotoar ngga salah kok gua embat. Bajaj minggir nyari penumpang kok gue sikat. Dst dst. Gue masih merasa yakin bahwa introspeksi diri ini adalah bentuk dari ketidak-percaya-dirian, or at least ini adalah upaya si malas untuk meruntuhkan self confidence. Namun tadi pagi saya tidak merasa demikian, saya merasa ini adalah better improvement dari self development saya. Waktu yang dibutuhkan dari menyalahkan orang lain ke menyalahkan diri sendiri makin cepat saja.
Setelah itu muncul lah suatu feeling yang soft, clear, rada rada seperti euphoria, rasa bahagia yang begitu bold. Rasa yang mewakili sebuah kepasrahan, terserahnya terserah. Just like having sex after long fight. Tidak ada yang salah, tidak ada yang benar. Life is just like a river flow, its meant to be happened. It is your option sebenarnya untuk berada di sisi kanan atau sisi kiri sungai tersebut. Dan menjadi pilihanmu pula untuk bisa merasakan perasaan ini atau tidak. Perasaan yang membuatku mencandu...
Ah kenapa rasa ini mahal sekali ya

WARNING! ACHTUNG! PERHATIAN!

Jangan heran kenapa banyak posting masuk hari ini... ini adalah pindahan dari gedung sebelah
sehubungan dengan skill blogging saya bertambah dengan pesat beberapa hari ini saya membutuhkan media blogging lebih canggih gitu loh... !!!

The Beginning

Gue ngga tau, kenapa tiba tiba gue pengen menulis sebuah blog. Bukan karena ikut ikutan, atau tidak mau kalah sama yang lain. Gue bukan penulis, karya sastra yang pernah kumiliki mungkin hanya skripsi yang kucontek dari beberapa milik senior.

Pun bahasa yang ku gunakan, agak kebarat baratan, bukan karena sok bule. Tapi karena terbiasa ketika study di luar negeri, gw harus bisa mengekspresikan diri dengan bahasa Inggris, termasuk ketika bikin 4,000 words assignment (10 biji bow) dengan timeline yang irrational itu...

Dan terjebaklah gue dalam pekerjaan di perusahaan asing ini, dimana semuanya harus tertulis dalam bahasa Inggris, yang lebih brutal dari academic english. dimana mana yang benar mana yang salah ditentukan oleh boss...

Aduh ini kenapa hurufnya kecil kecil banget ya? pusing mata gue bacanya...

eniwei, jadi sampailah gue disini, disebuah web yang menyediakan blog gratis. dengan fasilitas yang memungkinkan gue untuk tinggal posting, tanpa perlu hosting, design sana sini, bikin mumet.

Trus kira kira apa ya yang mau gue tulis? wah banyak sebenernya.. tapi ngga bisa donk semua gue tulis disini, nanti bos gue tau gue diaudit lagi.. mempergunakan alat kerja milik perusahaan untuk menerbitkan data-data rahasia organisasi demi kepentingan sendiri. ah, pasal yang aneh...

gue juga pengen menulis opini, tapi nanti kalean pergunakan untuk argumentasi demi mendiskreditkan kelompok tertentu. ih! bayar!
belom lagi kalo tiba tiba gue pengen menulis experience gue selama tigapuluh taun gue idup, entar elu ceng-in lagi... no way! lol

Gini aja deh, gue tulis apa yang ada di otak gue aja, gimana? kalo ada pertanyaan lebih lanjut, ya ditanyakan saja di kolom komen. Yang pasti gue gak akan mau ditanyain identitas diri lebih lanjut. Ini soalnya menyangkut paycheck dan polda... if you know what I mean! :)