Apa yang kau cari di blog ini?

Thursday, June 26

beli voucher pulsa pra-bayar

mungkin ada yang belom tau, tapi gue suka sebel sama orang orang yang berbahasa sembarangan. maksud gue gini, kalo lo berbahasa 'jakarte' ya lo berbahasa jakarta lah sebenar benarnya, jangan pake bahasa betawi tapi pake logat gombong. atau kalo lo berbahasa Indonesia, berbahasa Indonesia-lah yang benar, jangan pake logat bahasa Inggris. persepsi orang cuman ada 2, either lo ndeso atau lo mentally disabled.

eh, gue sih bukannya mau ngatur cara ngomongnya orang ya. manusia adalah makhluk yang 'unique', tiap orang punya style masing-masing dan tidak ada satupun entity di bumi ini yang berhak mengaturnya. cuman gue mau bilangin ini, berbahasa Inggris itu engga cuman literally baca kamus, dan menukar bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris. tapi ada lebih dari itu, butuh pemahaman bukan cuman pengertian. memang benar sih, engga semua orang Indonesia punya kesempatan yang sama untuk dapat memahami bahasa Inggris. ada yang cuman berbahasa ala Tarzan, tapi ada juga yang sampai mampu ber-code switching cas cis cus seperti orang dari content provider yang gue temuin tadi.

masalahnya adalah, mereka yang bercas cis cus itu terlalu ignorance untuk dapat mengingatkan sebagian besar yang lain demi kemajuan bersama bangsa kita. seperti bangsa India, Malay, ataupun the Phillipines yang sudah lebih melek dari kita. kalau keliatan pinter, pengennya keliatan sendiri. kalau orang lain keliatan tolol, pengennya ikut menertawakan. semua sudah salah kaprah.

kenapa sih bok, kok lo ribut-ribut ginih?

seorang sodara, sepupu, euh.. sepupu jauh tepatnya, minggu malam telpon gue. doi menceritakan segala keluh kesah hidupnya selama ini dan intinya adalah, butuh pinjeman buat melicinkan roda usahanya yang mulai pliket. "Berapa Mas?", gue tanya, "Ngga banyak kok bub, empat juta aja, gue balikin minggu depan". set dah, cafe-nya aja bisa produce delapan belas juta rupiah permalam, kenapa empat jeti nyarinya ke gua? asal mencet nomer henpon aja kayanya nih.

"Ya udah mas, ntar tak transfer", gue menjawab pelan. "Sip Bub, ingetin gue ya minggu depan mesti dibalikin". helah dalah. yang minjem sapa yang suruh ngingetin sapa, kebiasaan sama kartu kredit ni orang, biasa ditagih..

transfer donk gue. bukti transfernya gue send lewat sms.

dan reply-nya saudara-saudara: "Thanks Anyway..." <--- exactly like this.
Tersinggung donk gue, seinget gue ini udah dua kali dia bertindak demikian. Guys, please deh aw. that is really insulting. dibantuin kok trima kasihnya ngeludah. mending ga usah bales deh. tapi gue terus inget, He doesnt have a clue. buat dia memberitahukan kepada orang lain how grateful he is adalah dengan cara "Thanks Anyway". bukan dengan "Thanks a lot" atau "Thanks a bunch" yang terasa lebih adem di kulit.

jadi teringat seorang share-mate gue di australia, ketika pertama kali dia membutuhkan voucher pulsa henpon dia minta pencerahan seniornya. "Beli aja di wooly atau coles, dikasirnye", gue bilang begitu tanpa brief yang lebih lengkap. alhasil, berjalanlah tu orang ke supermarket andalan itu. dateng ke kasir dan ngomong, "excuse me, can I have pulse please".

"You WHAT?"

No comments:

Post a Comment