Apa yang kau cari di blog ini?

Tuesday, September 2

diamond in the sky

jaman dulu gue suka ngajak jalan jalan vitara gue ke pasir muncang, bogor. kira kira abis keluar tol jagorawi ada belokan kanan terus naik keatas. ampe ketemu peternakan sapi naik terus keatas, ketemu lagi perkebunan teh naiiiik terus keatas. terus ketemu lagi sama hutan lindung or whatever it is, masih ada jalan, naik lagi dikit sebelum ketemu gate pendakian. disitu ada sebuah 'pad' alami engga gede tapi enak buat bobo-boboan dan menyalurkan hasrat gue yang paling gue demen: liat bintang.

kalo elo berpikir hasrat untuk bergumul nista, lo salah besar, itu hasratnya 'navigator' gue yang suka bawa bawa cewek kesono. hehe.. iyuuk

gue emang doyan liat bintang. gue bukan type orang yang doyan liat sunset ataupun pemandangan sawah & gunung. bintang, adalah perpaduan kontras antara gelap dan terang, yang merepresentasikan ketenangan. iya, soalnya kalo buru buru kagak mungkin inget bintang. apalagi ngeliatnya, ntar bisa nabrak tiang. eniwe, selain ketenangan, kalo liat bintang juga gue bisa merasakan harmony. karena pengaruh atmosphere kita, bintang tu terlihat nyalanya ngga konstan seperti matahari. kadang bintang yang satu meredup, disebelahnya menyala terang. namun dibalik 'ketidak-teraturannya' itu, bintang-bintang tunduk dalam suatu struktur raksasa yang konsisten, tidak pernah berubah sampai kapapun. nah, kalau ada ribuan bintang didepan mata seperti itu, rasanya seperti nonton orchestra.

kenapa sih musti jauh jauh ke pasir muncang buat liat bintang? soalnya disana udaranya bersih. kalo di Jakarta engga keliatan. lho kok bisa ga keliatan? iya, paling bintangnya cuman keliatan titik titik aja. ngga bisa puas ngeliatnya. selain karena polusi, udara Jakarta juga sangat humid, dipenuhi uap air entah dari keringet siapa. jarang sekali bisa liat langit yang bersih di Jakarta. ditambah lagi, jutaan watt lampu di Jakarta juga menyilaukan kesempatan untuk bisa melihat bintang. ksiaaan deh lo.selain di pasir muncang, seni melihat bintang juga bisa dilampiaskan di Bandung (kadang-kadang) dan di Bali. nah, kalo di Bali ini musti ke Ubud. entah kenapa lebih mudah liat bintang di pegunungan, mungkin karena lebih tinggi kali ya? jadi lebih deket...

gue puas banget liat bintang di Australia. bukan apa apa, disana tingkat kelembabannya sangat rendah sekali, apalagi tingkat polusinya. jadi antara gue sama bintang tiada lain daripada nitrogen dan sedikit campuran oksigen. bening betul! tiap pulang kerja, gue suka selonjoran didepan rumah liat liat bintang. kalau disana, kita bisa sampe ngeliat 'milky way' atau kalo bahasa betawinya: galaksi bimasakti. sebuah benda lebar berwarna putih dari ujung horizon ke ujung horizon lainnya. Magnificent.

twinkle twinkle little star
how I wonder what you are...

No comments:

Post a Comment