23 December 2009

copy paste (lagi) dari milis engga penting

sebuah email muncul di milis engga penting, setelah gue baca, gue analisa, dan gue pikir pikir... kayaknya gue harus masukin di artikel gue ini.
hal ini sangat penting bagi kita semua, agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan di saat saat penting seperti ini. oke? baiklah, coba dibaca:

Teman, jika kalian rata2 sedang berbagi kebahagiaan, maka
maafkan saya jika kali ini saya berbagi lelah. Gimana
nggak capek...malam ini saya sebetulnya selesai kerja jam
11 malam, tapi baru bisa pulang jam 3 malam. Apa sebab?

Begini ceritanya.
Sekitar jam 11 malam, ada tamu yang panik minta
dipanggilkan dokter. Jantung saya 'mak ceplos' rasanya
karena tamu yg satu ini sudah tua. Takutnya dia kena
serangan yg cukup fatal. Tapi waktu saya tanya ada apa,
dia gak mau cerita. Hanya dengan panik terus-terusan minta
dipanggilin dokter segera. Dokter akhirnya muncul juga jam
setengah satu malam, bawa peralatan lengkap.Malah sampe
susternya bawa2 tabung oksigen segala, mengingat usia tamu
yg udah renta. (kali2 aja susah napas).

TERNYATA.... tamu-nya gak papa sehat wal afiat, tapi
'temennya' yang kenapa-kenapa. Jadi... si Opa ini
ceritanya bawa cewek ke kamar. After they had sex,
ternyata kondom-nya ketinggalan di 'DALAM'. Tamunya
panik, dan bahkan jadi lebih panik lagi waktu dokternya
kesulitan mengeluarkan kondom dari dalam (rupanya
peralatan dokternya masih kurang lengkap, karena gak ada
alat khusus ngeluarin kondom). Maka jam satu malam, si
cewek dilarikan ke rumah sakit MMC, lengkap pake ambulans
Waktu saya nganterin si cewek, sebenernya saya pengen
ketawa..karena ceweknya jalannya gak bisa rapet..
Sebenarnya ini salah siapa dan siapa yang berbuat..yang
jelas tamunya melampiaskan kepanikannya dalam bentuk
marah2 dan memaki2 saya, termasuk memaki2 kualitas kondom
buatan Republik Indonesia. Saya cuma bisa manggut2.. ya
mau gimana, tamu adalah raja. Di rumah sakit, saya nunggu
dengan ngantuk dan bete sementara tamunya mundar-mandir
gak karuan. Mungkin beginilah kira-kira rasanya nungguin
orang melahirkan. Cuma bedanya kali ini kita menunggu
kelahiran kondom. Setelah berhasil dikeluarin, kita
kembali lagi ke hotel.

Nah,... ceritanya belum selesai sampai disini. Karena
sekembalinya kehotel, ada lagi keributan. Kali ini antara
si tamu dan si cewek. Jadi waktu diinformasikan bahwa
biaya dokter dan rumah sakit plus obat adalah sebesar Rp.
400 ribu sekian, tamunya nolak bayar dan nyuruh si cewek
yang bayar. Katanya harga dia sewa cewek itu sudah nett,
tidak termasuk biaya 'tak terduga'. Ceweknya jelas gak mau
bayar juga. Katanya gini, "Masa gue cuma dibayar 200 ribu
tapi malah suruh bayar 400 ribu? Gue nombok dong!!"

Dan kemudian si tamu dan si cewek ribut main
salah-salahan...Haduuuuuh...!!!
Teman-teman semua, dari cerita ini mari kita petik hikmah,
yaitu SADARLAH AKAN UKURAN.
Kalo memang ukuran S, jangan pake kondom ukuran L.
Sebaliknya, kalo ukurannya L, jangan pake kondom ukuran S
hanya supaya keliatan 'kekar'.

No comments:

Post a Comment