Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2008

bubba si penggerutu

sungguhpun gue lagi enggak mood buat nulis. nothing happened, cuman lagi males aja.

kepala kosong.. melompong.. pong.. pong...!
mungkin karena beberapa hari belakangan ini otak gue diperes abis abisan kali ya? well, ya gitu deh.. urusan kerjaan. otak peres, everyone ?

kepala puting, diputal tujuh keliling... ! *gaya cadel *

eh ya udah, gue update-update aja kali ya.. hari ini dolar masih berada diangka dua belas ribuan rupiah, sepuluh tahun yang lalu dolar juga berada di angka yang sama dan semua orang sepertinya jerit jerit gak karuan seperti kiamat telah datang. mungkin bangsa kita sudah lebih tajir saat ini, jadi mau dolar 12rebu kek mau dolar 20rebu kek, tenang-tenang ajaa...

kemaren hari guru, dan gue lupa mengucapkan selamat hari guru kepada seorang guru yang gue cintai :D maap ya. sesungguhnya gue rada surprised aja, karena baru taun ini loh gue sadar bahwa kita punya hari guru! hebad, gue kira adanya hari ibu aja. dalam kesempatan ini gue pengen mengucapkan terima kasih sebesar bes…

sejak kapan kita menjadi begitu rasis?

I never thought that one day I'd wake up and see such a stunning advertisement in this so called 'leader of nation's journalism' newspaper. Ini ngga sembarang newspaper loh, koran ternama di negara besar yang mengaku bahwa 'unity in diversity' telah mengakar kedalam jiwa segenap rakyatnya.

Apa yang stunning sih bub?

Coba lihat, iklan ini tidak hanya menganak-tirikan manusia Indonesia yang memiliki tinggi badan dibawah sekian sentimeter. tapi juga mengharamkan mereka-mereka yang telah berumur lebih dari 28 tahun. memang tanpa terasa, saat ini buat sebagian orang sudah menjadi kewajaran untuk mengkotak-kotakkan manusia. salah sendiri kenapa jumlah orang di Indonesia menjadi berjuta juta banyaknya itu. manusia jadi makin tidak berharga, iya dong.. supply banyak demand lemah syahwat. tapi HARUS kita sadari bahwa makin kesini kita makin memandang manusia lain berdasarkan golongan. dan kadang kita menjadi kurang menghormati golongan yang kurang beruntung dibanding kita…

there is nothing such as a free lunch

rasanya tempat gue kerja ini gak beda jauh sama waktu gue SD dulu dalam hal makan siang. kita semua nunggu jam dua belas siang buat waktu istirahat. cuman bedanya kalo dulu di SD jam dua belas teng bunyi bel 'teeeeeet' kalo ini jam dua belasnya ditandai dengan celingukan orang orang "makan siang dimana?" ke masing masing tetangga cubical. trus terjadilah cluster cluster mini yang berangkat ke restoran anu, atau warteg itu, atau malah nggerombol di pantry. cluster-cluster ini sangat dynamic sekali, anggotanya berubah ubah setiap hari. tapi patternnya terlihat jelas, begitu gitu terus.

waktu makan siang buat sebagian orang adalah waktu penting untuk bersosialisasi. dari mulai mendapatkan gosip gosip terhangat, jualan asuransi, bahkan sampe ada yang mencari kepastian karir dimasa depan :) kalau sudah begini, tidak penting lagi pertanyaan "makan siang dimana?" tapi sudah berkembang menjadi "makan siang sama siapa?". ada aja loh golongan orang orang yan…

setaun sudah

hari ini, kalo gue ditanya ama emak gue apa achievement elo selama setahun terakhir ini? dengan bangga gue akan menjawab: I wrote a blog, mommy.

iye, 2008 ini tahunnya gue ngeblog, walaupun produktifitas gue turun tapi gue tetep happy. kalo berangkat kantor tiap pagi tuh ada yang diharap harap cemas gitu, hari ini gue ngeblog ah. hehe, hiperbol banget ya? bodo. trus bos bos juga ngeliat gue sibuk sekali kerja, padahal ngeblog sama ngeplurk tiada habis habisnya. see? blogging can enhance your image too, right? hihi senangnyah.

kalo dulu tuh gue suka terperangah liat orang orang kok ya pada pinter nulis sih. ada si ini, ada si itu. tulisannya menarik, mungkin karena gratis. kalo musti beli ya pikir pikir dulu. trus tertarik pengen nulis juga, tapi mo nulis apa. gue juga bingung, nulis sms aja acak adut. kadang bikin orang mengernyitkan mata. maksudnya apaa coba. trus bunuh diri. hehe ngga segitunya. trus gue berpikiran juga waktu itu buat nulis yang serius serius, iya dong, gue udah gape …

tentang eve

banyak yang nanya sama gue, elo punya hubungan apa sih sama eve bub? waduh, gimana jawabnya ya, yang pasti sih kaga ada hubungan darah, apalagi hubungan yang berdarah darah. mungkin ada sedikit hubungan utang piutang, secara gue orangnya suka mengumbar janji tapi jarang sekali menepati. hehe.. mungkin saking gelapnya hubungan gue sama eve ada juga orang yang menghembuskan gosip bahwa gue pengacara batak terkenal dan eve model sexy dari bandung. atau kebalikannya, gue koreografer lebay dari bandung dan eve pengacara batak terkenal? ah, bingung. yang pasti bukan itu. terus terang gue lupa ajah, kapan dan dimana gue kenal sama eve. yang pasti di internet dan itu udah lama banget. taun 2000 apa ya? lupa.

internet world waktu itu (dan mungkin sampai sekarang) menyimpan prasyarat kepura-puraan sebagai kunci utama bertahan hidup. sempet lo bicara apa adanya, wesh ilang. second life, kalo kata orang. kita menjadi orang lain yang berbeda dengan diri kita sendiri: yang mungkin lebih riang gembir…

boobs talk

baiklah... ditag sama eve berhari hari yang lalu, gue baru sempet bikin sekarang. sorry ya bok, soalnya busy busy nih. jalan jalan mulu, hehe. frankly gue gak ngerti apa yang diharapkan eve dari gue dengan ngetag topik beginian. gue gak punya toket, gak begitu doyan toket, dan gak pernah kepengen punya toket. well, sekali dua kali sih gue sering nyewa toket, tapi gak pernah gue inget bener bener. emang harus diinget gitu ya? enggak kan?

nah mangkanya gue bingung, apa yang mau ditulis disini.

okeh, let me see. as far as I know, boobs adalah sesuatu yang dicintai sekaligus di-iri-kan oleh sebagian besar lelaki di seluruh dunia. seperti halnya para wanita mencintai sekaligus iri sama keberadaan penis yang dimiliki oleh umat lelaki. sepertinya Tuhan sengaja menciptakan demikian agar kita sebagai spesies di bumi ini dapat saling mencintai dan bekerja sama dalam menggunakan alat kelamin. lho kenapa lelaki 'iri' sama kaum wanita yang punya toket? kan jelek kalo laki-laki punya toket ju…