27 May 2009

kalo gue jadi capres

Kalo nih, kalo sampe saya jadi capres kayak pak SBY yang ngguanteng nan kharismatik itu, wuih, pasti udah banyak orang-orang, partai, golongan yang jatuh jadi korban tipu daya saya, demi dapetin kendaraan politik yang bisa nganter saya ke pintu istana.

Langkah pertama paling penting akan saya lakukan adalah mencari cawapres dulu. iya donk, kalo gak ada wakilnya bukan presiden tu namanya, tapi sopir bis. pilot aja ada wakilnya, ya gak? nah kira kira untuk mendapatkan calon wapres yang sesuai, saya perlu menetapkan kriteria buat mereka mereka yang pantas menjadi kandidat. kalo engga, semua sodara, temen, mantan gue pasti berebutan tuh. gak asik kan? nah, berikut ini adalah kriterianya:

1. punya banyak massa, ini yang penting. soalnya biar kata ngetop tapi gue dikit banget punya massa. paling temen fesbuk, itupun ngga nyampe seribu. nha, calon wapres saya harus punya kesaktian dibidang ini. kalo engga ya percuma, mana bisa berkompetisi melawan pak prabowo dan pak kalla, ya kan?

2. cerewet, masalahnya saya tu orangnya pendiam. males banget ngomong. orang naik kora-kora di ancol aja gue diem aja. sayang banget kalo tenggorokan gue dipake buat ngomongin yang gak penting. itulah kenapa tagihan henpon saya irit sekali, setidaknya dibandingin sama tagihan henpon istri saya, bisa cuman sepertiganya lho. eh, kita lagi ngomongin apa sih? oh iya, kudu cerewet! banyak omong! kalo perlu yang omong doang. talk only no action. hal ini memudahkan saya dalam bekerja. karena yang akan disorot publik ya si wapres tukang ngomong itu.

3. punya impian, agar lebih banyak mimpi kudu banyak tidur. jadi wapresnya musti yang banyak tidurnya. orang orang yang suka begadang, jangan harap jadi wapres gue. gunanya impian adalah untuk memotivasi hidup, memotivasi rakyat agar hidup dan bekerja keras. secara saya ini kurang kreatip buat urusan mimpi mimpi gini juga kan. jadi saya perlu figur wapres yang impiannya dahsyat. bisa membuat rakyat terlena. dan berlomba lomba mendapatkan impian tersebut. bahasa profesionalnya: clear strategic vision.

4. merakyat, nah... urusan melata gini ntar tugasnya wapres gue deh. gue ntar ngerjain yang keren keren aja; lawatan ke eropa kek, meeting di amerika gitu. kalo perlu saya akan habiskan 90 hari setiap tahunnya untuk meeting diluar negeri. na kalo urusan pidato di bantar gebang, temu petani di gombong, negosiasi sama serikat pekerja, itu urusan wapres dah. males gua.

5. punya duit, ini penting! mbok jadi wakil itu kayak jendral satu itu loh. kudanya aja harganya milyaran. atau minimum kayak bekas wapres yang lama itu, punya saham dimana mana. jadi ngga malu maluin, dan kalaupun rakyat menghendaki bisa nanti saya mintakan wapres tidak mendapat gaji. biar kedengerannya keren. satu satunya wapres didunia yang tidak digaji, hot betul pak cik. trus kalo wapresnya gak digaji, bossnya enggak digaji juga donk? eits, kalo pres-nya tetep bergaji donk. enak aja lo. justru gajinya wapres dialokasikan buat tunjangannya pak pres. situ belajar akunting dari mana sih? kok nggak becus betul.

Demikianlah lima kriteria calon wapres saya. sepertinya solid betul kriteria-kriteria tersebut. dipadu dengan visi dan misi kepresidenan saya, pasti akan jadi strategi yang robust. kompetitorpun akan ketar ketir menghadapinya.

Memang kelihatannya kriteria tersebut terlampau berat bagi orang indonesia. hanya beberapa gelintir manusia didunia yang mampu menyanggupi prasyarat seperti itu. kebanyakan expat. tapi kan expat nggak bisa jadi wapres di indonesia. eh, ngga bisa kan? ya kan? tapi tenang. saya sudah menyiapkan calon yang memenuhi kelima syarat diatas. tidak cuma satu, ada beberapa nama yang masuk nominasi. salah satunya adalah
mbak silly, punya massa lumayan banyak (lihat saja facebooknya) dan sangat sangat merakyat. nama yang lain mungkin ibu eve, karena beliau ini pekerja keras sekali, cocok dengan kelima kriteria, terutama yang nomor tiga. impian beliau tentang cara cara bunuh diri yang tragis, akan selalu menjadi pemicu rakyat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi double digit. engga seperti pak SBY yang pesimistis diangka 7% sekarang ini. atau mungkin nama calon bisa dilebarkan lebih lanjut. Mbak Oelpha, Mas Didut dan Mbak Indah masih memenuhi beberapa kriteria tersebut. mungkin bisa dipertimbangkan oleh saya.

Langkah berikutnya yang sangat kruisial adalah pembentukan tim sukses pemilihan presiden. tim ini harus mampu menjamin 100% saya menjadi presiden. siapapun wapresnya, baik manusia atau bukan. agar pekerjaan tim ini efektif dan efisien saya akan membagi tim saya menjadi enam pasukan: team tango, team echo, team micro, team papa, team indian dan team kilo. disingkat T.E.M.P.I.K

Team Tango adalah team terkuat, tim inti, tulang belakang dari tim yang lain. team ini berisikan mantan jendral jendral yang lagi kesulitan cari nafkah. biasa dibayarin cukong cukong, begitu pensiun langsung jatuh miskin. mau ke mall aja pusing cari duit parkirnya. mereka ini punya jiwa yang tegas, dan bengis terhadap mangsa (baca: tim sukses capres lain) jadi akan sangat efektif dalam mendukung tim tim lain bekerja. dengan dijanjikan porsi kecil dari kekuasaan saya apabila terpilih jadi presiden pun, mereka akan mau bekerja dengan giat. percayalah.

Team Echo adalah amplificator dari semua team. mereka inilah yang membuat gaung nama saya menjadi heboh disegala lapisan masyarakat. apapun yang saya lakukan. mereka terdiri dari pebisnis pebisnis yang peduli akan bangsa negaranya. mereka ini akan ditempatkan di berbagai media, baik cetak maupun elektronik. offline maupun online. dari mulai penyedia billboard yang centang perenang di ibukota, pengelola biro iklan nasional, sampai dengan pemilik televisi swasta. ibaratnya bekerja di team echo adalah seperti membuat iklan layanan masyarakat secara terintegrasi. jangan lupa, ini pekerjaan pro-bono ya. rewardingnya ya nanti apabila saya terpilih, akan banyak potensi potensi ekonomi yang saya janjikan kepada mereka. setelah tentu saja ditawarkan dulu sama investor asing, kalo asing nggak berminat, akan diberikan pada anggota team echo. gampang toh? gitu aja koq repot.

Team Micro adalah team kecil yang selama ini menjadi kambing hitam kegagalan pemerintahan indonesia selama ini. mereka ada tapi tak terlihat. team inilah yang bertanggung jawab dalam kasus kerusuhan mei 1998. mereka juga menjadi pemicu kerusuhan ambon dan kerusuhan poso. salah seorang anggota team ini adalah eksekutor penembakan direktur BUMN yang malang itu, suaminya mbak
ini. Saya dengar mereka dapat disewa dengan harga murah. mereka akan menjalankan operasi senyap. colek sana colek sini, haha hihi, yang penting dpt siluman akan masuk ke kampung kampung, desa desa, dari nias sampai bangkalan. demi suksesnya langkah langkah saya.

Team Papa bertugas untuk mengaktifasi para bapak dinegri ini. insightnya adalah, 80% suara negeri ini ditentukan oleh kepala keluarga. dan 60% kepala keluarga dinegri ini adalah bapak bapak. maka dari itu, mereka akan disentuh dari hati kehati di waktu dan tempat yang pas. timing and placement menjadi sangat penting di team ini. mereka akan datang ke lapangan golf disiang harinya, ke panti pijat di sore hari, dan ke pusat pusat karaoke dimalam hari. mereka akan membujuk para bapak bapak ini untuk memilih saya, termasuk memerintahkan istri, anak, supir, pembantu dan tukang kebonnya mencontreng nama saya. multiplier effect yang terjadi, akan memberi landslide yang sangat impactful untuk kemenangan saya nanti.

Team Indian, adalah para expat india. lho koq ada expatnya bub? saya meyakini, bahwa di team sukses saya dibutuhkan orang-orang pintar dengan harga murah. bangsa india lah yang cocok menempati posisi ini. mereka cakap berbahasa inggris, mampu berhitung tanpa kalkulator, trampil menampilkan spreadsheet di layar komputer, dan.. murah! sangat murah malah kalau dibandingkan dengan tenaga kerja orang indonesia. mereka ini akan bernegosiasi dengan para ulama, pemimpin perkumpulan, simpul simpul massa, untuk memilih saya. dan percayalah, orang orang ini akan terpedaya. lo udah pernah liat orang india presentasi kan? dahsyat men.

Team Kilo, saya terus terang tidak mengerti benar tugasnya team ini. bahkan saya tidak tahu kenapa team ini diadakan. pembisik saya sih bilang musti ada, ya saya nurutin aja. dia bilang itu wangsit dari leluhur, capres terakhir disuruh bikin team ini nggak mau, malah gak kepilih dan sekarang jadi gila. kayaknya yang saya ingat, team ini kerjaannya ziKir zikir gitu deh. mendoakan agar saya berhasil. tiap malem pengajian disana, dakwah disini, kalo jumat khotbah dimesjid mesjid, dan hari minggunya ceramah di gereja. heh, bukan orang yang sama lah! orangnya beda beda, kalo ketahuan bahaya soalnya. negeri ini sangat sensitif sama issue issue beginian. padahal sih dibilang beriman banget juga engga. tapi yang penting bisa keliatan beriman lah, itu sudah cukup.

Baiklah, demikian visi dan misi saya untuk menjadi presiden indonesia. lebih kurangnya saya ucapkan beribu terima kasih sudah membaca sampai paragraf ini. ini membuktikan bahwa anda sama gilanya dengan saya. apabila ada masukan penting silakan ditulis didalam kolom komentar. tapi kalo ngga penting disimpan dihati saja. males bacanya.

Sampai jumpa di pemilu mendatang!

Wassalam.

No comments:

Post a Comment