Posts

bubba si penggerutu

sungguhpun gue lagi enggak mood buat nulis. nothing happened, cuman lagi males aja. kepala kosong.. melompong.. pong.. pong...! mungkin karena beberapa hari belakangan ini otak gue diperes abis abisan kali ya? well, ya gitu deh.. urusan kerjaan. otak peres, everyone ? kepala puting, diputal tujuh keliling... ! *gaya cadel * eh ya udah, gue update-update aja kali ya.. hari ini dolar masih berada diangka dua belas ribuan rupiah, sepuluh tahun yang lalu dolar juga berada di angka yang sama dan semua orang sepertinya jerit jerit gak karuan seperti kiamat telah datang. mungkin bangsa kita sudah lebih tajir saat ini, jadi mau dolar 12rebu kek mau dolar 20rebu kek, tenang-tenang ajaa... kemaren hari guru, dan gue lupa mengucapkan selamat hari guru kepada seorang guru yang gue cintai :D maap ya. sesungguhnya gue rada surprised aja, karena baru taun ini loh gue sadar bahwa kita punya hari guru! hebad, gue kira adanya hari ibu aja. dalam kesempatan ini gue pengen mengucapkan terima kasih...

sejak kapan kita menjadi begitu rasis?

Image
I never thought that one day I'd wake up and see such a stunning advertisement in this so called 'leader of nation's journalism' newspaper. Ini ngga sembarang newspaper loh, koran ternama di negara besar yang mengaku bahwa 'unity in diversity' telah mengakar kedalam jiwa segenap rakyatnya. Apa yang stunning sih bub ? Coba lihat, iklan ini tidak hanya menganak-tirikan manusia Indonesia yang memiliki tinggi badan dibawah sekian sentimeter. tapi juga mengharamkan mereka-mereka yang telah berumur lebih dari 28 tahun. memang tanpa terasa, saat ini buat sebagian orang sudah menjadi kewajaran untuk mengkotak-kotakkan manusia. salah sendiri kenapa jumlah orang di Indonesia menjadi berjuta juta banyaknya itu. manusia jadi makin tidak berharga, iya dong.. supply banyak demand lemah syahwat. tapi HARUS kita sadari bahwa makin kesini kita makin memandang manusia lain berdasarkan golongan. dan kadang kita menjadi kurang menghormati golongan yang kurang beruntung dibanding ki...

there is nothing such as a free lunch

rasanya tempat gue kerja ini gak beda jauh sama waktu gue SD dulu dalam hal makan siang. kita semua nunggu jam dua belas siang buat waktu istirahat. cuman bedanya kalo dulu di SD jam dua belas teng bunyi bel 'teeeeeet' kalo ini jam dua belasnya ditandai dengan celingukan orang orang "makan siang dimana?" ke masing masing tetangga cubical. trus terjadilah cluster cluster mini yang berangkat ke restoran anu, atau warteg itu, atau malah nggerombol di pantry. cluster-cluster ini sangat dynamic sekali, anggotanya berubah ubah setiap hari. tapi patternnya terlihat jelas, begitu gitu terus. waktu makan siang buat sebagian orang adalah waktu penting untuk bersosialisasi. dari mulai mendapatkan gosip gosip terhangat, jualan asuransi, bahkan sampe ada yang mencari kepastian karir dimasa depan :) kalau sudah begini, tidak penting lagi pertanyaan "makan siang dimana?" tapi sudah berkembang menjadi "makan siang sama siapa?". ada aja loh golongan orang orang yan...